JAKARTAHYPE.COM - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Happy Hapsoro, telah mengumumkan rencana strategis untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1 banding 5. Langkah korporasi ini diambil dengan tujuan utama untuk mendongkrak likuiditas perdagangan saham perusahaan di pasar modal.
Keputusan ini juga didasari oleh keinginan manajemen untuk memperluas jangkauan investasi bagi investor ritel yang selama ini mungkin terhalang oleh harga saham RAJA yang dinilai cukup tinggi. Aksi korporasi ini diharapkan dapat membuat investasi di saham RAJA menjadi lebih terjangkau bagi segmen pasar yang lebih luas.
Dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pasca-pelaksanaan stock split, nilai nominal saham RAJA akan mengalami penyesuaian signifikan. Nilai nominal per saham akan berkurang dari semula Rp25 menjadi hanya Rp5 per lembar saham.
Sejalan dengan perubahan nilai nominal tersebut, total jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh juga akan bertambah lima kali lipat. Jumlahnya akan melonjak dari 4.227.082.500 saham menjadi 21.135.412.500 saham setelah aksi korporasi ini efektif.
Manajemen menjelaskan bahwa penetapan rasio pemecahan saham 1:5 ini merupakan hasil pertimbangan matang terkait dengan apresiasi harga saham RAJA yang telah meningkat cukup tajam dalam beberapa tahun belakangan. Faktor harga yang tinggi menjadi pemicu utama dilakukannya penyesuaian ini.
Harga saham RAJA pada penutupan perdagangan tanggal 12 Mei 2026 tercatat mencapai Rp4.170 per saham, yang berarti nilai investasi minimum untuk membeli satu lot saham menjadi kurang terjangkau bagi investor dengan modal terbatas.
Sebagai ilustrasi, pada penutupan perdagangan 18 Juni 2026, saham RAJA ditutup pada level Rp3.870 per saham, membuat nilai investasi minimum per lot mencapai sekitar Rp387.000. Setelah stock split, secara teoritis harga saham akan berada di kisaran Rp774 per saham, sehingga nilai pembelian minimum 1 lot hanya sekitar Rp77.400.
"Mengingat hal di atas, Perseroan memutuskan untuk melakukan rasio pemecahan saham menjadi 1:5," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi pada Selasa (23/6/2026).
Dengan dilakukannya stock split, secara teoritis saham RAJA akan diperdagangkan di kisaran harga Rp660 per saham, berdasarkan harga penutupan saham Perseroan pada tanggal 3 Juni 2026. Hal ini berarti satu lot saham nantinya dapat dibeli hanya dengan nilai sekitar Rp66.000.