JAKARTAHYPE.COM - Perkembangan terbaru mengenai kehidupan pribadi Taylor Swift menunjukkan bahwa sang penyanyi dikabarkan telah menyebar undangan untuk pernikahannya yang disebut akan diselenggarakan pada akhir pekan hari Kemerdekaan Amerika Serikat (Fourth of July). Undangan tersebut dilaporkan telah dikirimkan secara personal kepada teman-teman terdekat pelantun lagu 'Style' tersebut.
Namun, sorotan kini tertuju pada salah satu sahabat dekatnya, Blake Lively, yang diduga belum menerima undangan untuk menghadiri hari bahagia Taylor Swift. Dugaan ini muncul seiring memanasnya isu adanya permasalahan yang belum terselesaikan di antara kedua bintang besar Hollywood tersebut.
Dilansir dari Page Six, ketegangan dalam persahabatan Taylor Swift dan Blake Lively diduga masih berlanjut pasca-persidangan yang berkaitan dengan adaptasi film 'It Ends With Us'. Kedua belah pihak dikabarkan belum menemukan titik damai mengenai isu yang sempat menyeret nama mereka.
Sebelumnya, Taylor Swift pernah dipanggil untuk memberikan kesaksian dalam proses hukum yang melibatkan tim hukum Blake Lively melawan aktor sekaligus sutradara Justin Baldoni. Meskipun panggilan pengadilan tersebut akhirnya dicabut, dampak negatifnya disebut masih terasa pada jalinan persahabatan mereka, menurut sumber internal media terkait.
"Belum ada tanda-tanda perdamaian terkait persahabatan mereka. Dan Taylor belum mengundang Blake untuk pernikahannya," ujar sumber internal yang dikutip oleh media tersebut.
Keterkaitan Taylor Swift dengan film 'It Ends With Us' hanyalah sebatas pemberian lisensi penggunaan salah satu lagunya, yaitu 'My Tears Ricochet'. Taylor sendiri telah berulang kali membantah keterlibatan lebih jauh dalam proyek film yang merupakan adaptasi dari novel populer karya Colleen Hoover tersebut.
Penyanyi itu menegaskan bahwa ia tidak pernah berada di lokasi syuting, tidak terlibat dalam pemilihan pemain atau keputusan kreatif apa pun, bahkan tidak menggubah musik khusus untuk film itu. Ia disebutkan tidak menonton film tersebut sebelum beberapa minggu setelah rilis, saat ia sedang melakukan tur di Singapura pada Mei 2023.
Keterlibatan Taylor dalam proyek ini hanyalah memberikan izin penggunaan lagu, sebuah tindakan yang juga dilakukan oleh 19 artis lain. Oleh karena itu, surat panggilan pengadilan yang menggunakan namanya dianggap sebagai upaya sensasionalisasi untuk menarik perhatian publik demi kepentingan pihak aktris terkait.
Sebagai informasi tambahan, Blake Lively sempat terlibat dalam gugatan hukum melawan Justin Baldoni, yang mana ia menuduh Baldoni melakukan pelecehan seksual dan menyebarkan kampanye fitnah. Sebagai respons, Baldoni mengajukan gugatan balasan senilai 400 juta dolar kepada Lively, suaminya Ryan Reynolds, dan humas mereka, Leslie Sloane, atas dugaan pencemaran reputasi.