JAKARTAHYPE.COM - Pesatnya perkembangan teknologi digital di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini menjadi magnet utama bagi investasi infrastruktur di Indonesia. Hal ini mendorong peningkatan kebutuhan akan layanan pusat data, teknologi cloud, hingga sistem keamanan data yang lebih mumpuni.

Fenomena masifnya adopsi teknologi tersebut menuntut kesiapan industri dalam mengelola informasi digital secara lebih efektif dan efisien, dilansir dari CNBC Indonesia. Perusahaan teknologi global pun mulai berlomba menawarkan solusi terbaik untuk mendukung ekosistem digital di tanah air.

"HPE Indonesia berkomitmen penuh dalam mempercepat transformasi digital nasional melalui penguatan tiga par utama, yakni kecerdasan buatan (AI), hybrid cloud, serta jaringan yang didukung platform digital dengan kedaulatan data kuat," kata Jason Ong.

Managing Director HPE Indonesia tersebut menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya mendampingi para pelanggan dalam melakukan modernisasi organisasi. Fokus utamanya adalah bagaimana mengelola data secara lebih terstruktur di tengah gempuran arus informasi yang semakin kompleks.

"Kami mendukung para mitra dalam mengoptimalkan seluruh siklus data, mulai dari proses pengumpulan, penyimpanan, perlindungan, hingga penggunaan data itu sendiri melalui pemanfaatan AI," tutur Jason Ong.

Penerapan teknologi ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap data yang dimiliki perusahaan tetap memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Selain itu, aspek keamanan menjadi prioritas utama agar informasi sensitif tidak jatuh ke tangan yang salah.

Langkah strategis ini juga dirancang untuk memenuhi regulasi yang berlaku di Indonesia mengenai tata kelola data. Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan dapat lebih mudah memantau kepatuhan aturan tanpa menghambat operasional bisnis harian.

"Upaya ini dilakukan demi menjamin data tetap akurat serta aman, sehingga hanya dapat diakses oleh pihak yang memiliki wewenang sesuai dengan ketentuan hukum," ungkap Jason Ong.

Peran aktif HPE Indonesia ini menyasar berbagai sektor krusial, mulai dari industri perbankan yang memiliki kerentanan tinggi, perusahaan telekomunikasi, hingga pelaku UMKM. Sektor-sektor ini dianggap membutuhkan sentuhan teknologi AI untuk meningkatkan daya saing mereka.