JAKARTAHYPE.COM - Proses seleksi kompetensi bagi calon pegawai Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 terus berjalan intensif. Hingga hari keempat pelaksanaan, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat telah ada 140.211 peserta yang berhasil mengikuti ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT).
Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi, sebagaimana tercermin dari jumlah pendaftar Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden. Sebanyak 487.819 orang mendaftar pada tahap awal, dan 483.648 di antaranya dinyatakan memenuhi syarat untuk bersaing memperebutkan posisi strategis.
Seleksi masif ini diselenggarakan untuk memastikan bahwa hanya kandidat dengan kualitas terbaik yang akan ditugaskan mengelola program strategis nasional tersebut. Hal ini disampaikan dalam keterangan resmi yang dikeluarkan oleh BKN pada Sabtu, (09/05/2026).
Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN, Wisudo Putro Nugroho, menegaskan pentingnya menjaring talenta unggul dalam proses rekrutmen kali ini. "Melalui seleksi ini, pemerintah berharap dapat menjaring talenta terbaik yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga mampu bekerja efektif, sesuai dengan kebutuhan pengembangan Koperasi Desa dan Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia," ujar Wisudo Putro Nugroho.
Ujian CAT yang diikuti peserta meliputi dua instrumen utama, yaitu Tes Potensi Kognitif dan Tes Substansi Manajemen. Tes Potensi Kognitif dirancang khusus untuk mengukur kecepatan kerja (speed) peserta serta kemampuan berpikir (power) mereka di bawah tekanan waktu.
BKN mengidentifikasi bahwa manajemen durasi pengerjaan soal menjadi tantangan signifikan bagi banyak peserta di lapangan. Oleh karena itu, BKN menyediakan panduan strategi agar peserta dapat mengoptimalkan hasil ujian mereka secara maksimal.
Salah satu saran utama dari BKN adalah menjaga fokus dan menghindari kepanikan, karena kondisi mental yang tenang sangat mempengaruhi akurasi jawaban dalam keterbatasan waktu. Selain itu, peserta diimbau untuk memprioritaskan pengerjaan soal yang dianggap lebih mudah terlebih dahulu.
Terkait teknis pengiriman jawaban, peserta disarankan untuk tidak melakukan klik berlebihan pada tombol simpan, karena jeda jaringan akibat tingginya akses tidak berarti jawaban belum tersimpan. BKN juga meminta peserta memberikan waktu jeda bagi sistem untuk menyelesaikan proses pengiriman data ke server.
"Selama proses kirim data berlangsung dan belum ada respons, waktu ujian tidak akan dihitung sehingga peserta tidak perlu merasa dirugikan," demikian penjelasan mengenai pentingnya memberi waktu sistem memproses pengiriman jawaban. Peserta juga harus mengatur ritme pengerjaan agar seluruh soal dapat tersentuh dalam durasi yang tersedia.