JAKARTAHYPE.COM - Proses pemindahan penumpang dari kapal pesiar MV Hondius yang sempat menjadi perhatian internasional kini telah berjalan sesuai rencana. Evakuasi bertahap ini dilakukan menyusul adanya kekhawatiran terkait penemuan kasus Hantavirus jenis 'Andes virus' di antara kru atau penumpang kapal tersebut.

Keputusan untuk memulai proses evakuasi ini diambil setelah kapal MV Hondius berhasil merapat dengan selamat di pelabuhan Tenerife. Lokasi strategis di Kepulauan Canary, Spanyol, ini menjadi titik awal bagi penumpang dan kru untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan lanjutan.

Pendaratan kapal yang membawa penumpang terdampak tersebut terlaksana pada hari Minggu, 10 Mei 2026. Momen ini menandai dimulainya fase krusial pemindahan individu dari kapal menuju fasilitas penanganan di daratan.

Pelaksanaan prosedur ini mencerminkan adanya koordinasi yang terstruktur dan matang antara otoritas kesehatan global dengan pemerintah setempat di Spanyol. Langkah cepat ini bertujuan untuk mengisolasi dan menangani potensi penyebaran virus lebih lanjut.

Perkembangan penting ini juga mendapatkan perhatian dari tingkat tertinggi organisasi kesehatan dunia. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, dilaporkan memantau secara langsung proses evakuasi tersebut.

Tindakan nyata dari pengawasan tersebut dibuktikan melalui dokumentasi yang dibagikan oleh Tedros Adhanom Ghebreyesus. Beliau mengunggah sebuah rekaman video yang memperlihatkan momen ketika gelombang pertama penumpang mulai meninggalkan kapal pesiar MV Hondius.

"Video yang diunggah memperlihatkan detik-detik ketika penumpang gelombang pertama mulai meninggalkan kapal pesiar MV Hondius," ujar Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Dilansir dari MEDIAKOMPETEN.CO.ID, proses pemindahan penumpang dan kru ini merupakan langkah lanjutan setelah kapal tersebut berhasil bersandar di Tenerife. Semua pihak bekerja keras memastikan proses transisi ke daratan berjalan aman dan terorganisir.

Semua tahapan pemindahan penumpang ke daratan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat untuk meminimalisasi risiko penularan selama proses berlangsung. Koordinasi ini menunjukkan kesiapan Spanyol dalam merespons darurat kesehatan lintas negara.