JAKARTA, JakartaHype.com - Nama Dwi Sasetyaningtyas mendadak menjadi sorotan publik setelah unggahannya di media sosial memicu perdebatan panjang soal nasionalisme, kewarganegaraan, dan tanggung jawab moral sebagai penerima beasiswa negara.
Dwi Sasetyaningsyas atau yang akrab disapa Tyas itu diketahui merupakan alumni penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), program pendanaan pendidikan di bawah Kementerian Keuangan yang dibiayai oleh dana abadi pendidikan dari APBN.
Dwi Sasetyaningtyas dikenal sebagai sosok berpendidikan tinggi. Ia merupakan lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), sebelum melanjutkan studi ke luar negeri melalui skema beasiswa LPDP.
Program LPDP sendiri memberikan pembiayaan penuh bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan magister maupun doktoral, baik di dalam maupun luar negeri, dengan kewajiban kontribusi kembali kepada Indonesia setelah studi selesai.
Sebagai awardee, Tyas termasuk figur yang dianggap mewakili kualitas dan integritas penerima beasiswa negara. Hal inilah yang kemudian membuat unggahannya menjadi perhatian luas.
Awal Mula Kontroversi
Polemik bermula dari unggahan Tyas di akun Instagram dan Threads pribadinya. Dalam konten tersebut, ia memperlihatkan paspor Inggris milik anaknya yang telah resmi menjadi warga negara Inggris (British citizen).
Ungkapan yang paling menyita perhatian publik adalah:
“Cukup aku saja yang WNI. Anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA.”