JAKARTAHYPE.COM - Isu mengenai manipulasi psikologis, yang kini populer disebut sebagai gaslighting, menjadi perbincangan hangat di ruang publik. Perhatian publik mulai tertuju pada fenomena ini setelah terjadi dalam sebuah ajang kompetisi pendidikan yang bergengsi.

Kejadian spesifik yang memicu polemik ini erat kaitannya dengan pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tahun 2026. Kompetisi tingkat provinsi ini diselenggarakan di wilayah Kalimantan Barat.

Titik fokus perhatian publik tertuju pada perilaku pembawa acara selama berlangsungnya kompetisi tersebut. Pembawa acara diduga melontarkan serangkaian pernyataan yang dirasakan sangat merendahkan oleh beberapa pihak.

Pernyataan yang dilontarkan oleh pembawa acara tersebut kemudian memicu reaksi luas dari kalangan warganet. Banyak dari mereka menilai tindakan tersebut merupakan bentuk gaslighting halus yang tidak pantas terjadi dalam acara edukatif.

Dampak langsung dari interaksi kontroversial ini dirasakan secara personal oleh salah satu peserta lomba. Korban yang dimaksud merupakan siswa yang berasal dari SMAN 1 Pontianak.

Siswa dari SMAN 1 Pontianak tersebut dilaporkan mengalami perasaan tertekan dan 'kecil' setelah acara berakhir. Hal ini merupakan konsekuensi dari interaksi yang terjadi selama kompetisi berlangsung.

Dilansir dari MEDIAMKOMPETEN.CO.ID, isu manipulasi psikologis atau gaslighting mencuat ke permukaan publik setelah terjadi dalam sebuah ajang kompetisi pendidikan.

"Isu mengenai manipulasi psikologis atau yang kini viral disebut gaslighting mencuat ke permukaan publik setelah terjadi dalam sebuah ajang kompetisi pendidikan," Dikutip dari MEDIAMKOMPETEN.CO.ID.

Perasaan terintimidasi yang dialami oleh siswa tersebut menjadi indikasi jelas mengenai dampak negatif dari ucapan yang dianggap merendahkan. Hal ini memicu diskusi mengenai etika dalam interaksi publik formal.