JAKARTAHYPE.COM - Perusahaan Sony Digital Audio Disc Corporation (DADC) kini dilaporkan tengah mengambil langkah strategis untuk menghentikan distribusi fisik game PlayStation berbasis cakram. Keputusan ini menandakan sebuah pergeseran fundamental industri menuju dominasi penuh format digital dalam distribusi konten hiburan interaktif.
Langkah besar ini memiliki implikasi langsung terhadap operasional fasilitas produksi cakram milik Sony yang berlokasi di Austria. Perubahan fokus ini menunjukkan kesiapan perusahaan menghadapi masa depan industri hiburan yang semakin terdigitalisasi.
Keputusan strategis ini diiringi dengan alokasi investasi substansial yang mencapai 30 juta euro. Jumlah tersebut setara dengan kira-kira Rp 624 miliar, dana yang disiapkan untuk perubahan besar pada fasilitas tersebut.
Investasi tersebut secara spesifik ditujukan untuk mengubah pabrik cakram yang berada di Thalgau, Salzburg. Transformasi ini bertujuan mengubah fungsi utama pabrik tersebut dari produksi media fisik menjadi fasilitas teknologi tinggi.
"Keputusan ini melibatkan investasi signifikan sebesar 30 juta euro, atau setara dengan sekitar Rp 624 miliar, yang dialokasikan untuk mengubah pabrik cakram di Thalgau, Salzburg," sebagaimana disampaikan dalam analisis situasi tersebut.
Fasilitas produksi di Thalgau akan bertransformasi menjadi pusat produksi lensa mikro optik, atau optical microlenses. Komponen ini dianggap sebagai elemen krusial dan penting dalam teknologi masa depan yang dikembangkan Sony.
Perubahan fungsi ini mencerminkan visi jangka panjang Sony untuk mengalihkan sumber daya dari format medium yang mulai usang. Fokus kini diarahkan pada pengembangan dan produksi komponen berteknologi tinggi yang mendukung inovasi selanjutnya.
Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, langkah ini mengakhiri era panjang distribusi game PlayStation dalam bentuk cakram fisik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.