JAKARTAHYPE.COM - Tumit yang terasa kasar, kencang, bahkan hingga menimbulkan retakan kering merupakan kondisi umum yang kerap dialami banyak orang. Masalah ini sering diperparah oleh aktivitas berdiri dalam jangka waktu lama yang memberikan tekanan konstan pada telapak kaki.

Untuk mengatasi kekhawatiran mengenai tumit pecah-pecah ini, seorang dokter kulit terkemuka memberikan panduan penanganan yang praktis. Narasumber yang dimaksud adalah Doris Day, seorang dokter kulit sekaligus profesor klinis dermatologi di NYU Langone Medical Center.

Para ahli dermatologi merekomendasikan tiga cara ampuh yang dapat diaplikasikan sendiri di rumah menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan. Metode-metode ini dirancang untuk melembapkan secara mendalam sekaligus mengangkat sel kulit mati yang menyebabkan kekasaran.

Jika masalah yang dihadapi adalah tampilan tumit yang kusam dengan munculnya retakan halus, langkah pertama adalah fokus pada hidrasi intensif. Hal ini dapat dicapai dengan mengombinasikan madu dan minyak kelapa sebagai bahan utama perawatan.

Prosedur perawatan awal ini melibatkan perendaman kaki dalam air hangat yang telah dicampur madu dan minyak kelapa selama sekitar lima hingga sepuluh menit. Setelah sesi perendaman selesai, kaki yang masih setengah lembap perlu segera diolesi dengan petroleum jelly atau krim salep khusus seperti CeraVe Healing Ointment.

"Mengoleskan petroleum jelly pada kulit yang masih lembap dapat membantu mengunci hidrasi secara lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan pelembap biasa," jelas para dermatolog mengenai pentingnya langkah penguncian kelembapan ini. Selanjutnya, penggunaan kaus kaki yang lembut sangat dianjurkan untuk menjaga kelembapan selama kaki beristirahat.

Metode kedua yang disarankan adalah eksfoliasi lembut menggunakan tepung beras, karena alat seperti batu apung atau kikir kaki dinilai terlalu abrasif. Tepung beras memiliki kemampuan mengangkat sel kulit mati serupa dengan batu apung, namun tanpa menimbulkan gesekan yang agresif pada kulit.

"Tepung beras berfungsi mengangkat sel kulit mati dengan lembut, sementara minyak berperan sebagai pelembap dan pelembut tumit," jelas Dr. Day mengenai mekanisme kerja bahan alami ini. Campuran ini dibuat dari satu sendok makan tepung beras dengan satu hingga dua sendok teh minyak zaitun atau minyak kelapa, lalu dipijat lembut pada kaki lembap selama maksimal dua menit sebelum dibilas.

Untuk kasus tumit yang sudah sangat kering dan cenderung pecah-pecah, pilihan perawatan ketiga adalah menggunakan krim yang mengandung Urea. Krim urea direkomendasikan dengan konsentrasi minimal antara 10 hingga 20 persen untuk efektivitas yang maksimal.