JAKARTAHYPE.COM - Di dunia medis, minuman bersoda kerap kali identik dengan gaya hidup yang kurang sehat jika dikonsumsi secara berlebihan. Namun, sebuah kasus tak terduga di Amerika Serikat menunjukkan potensi lain dari minuman tersebut dalam konteks terapi medis.

Peristiwa ini melibatkan seorang wanita lanjut usia di Massachusetts yang mengalami masalah kesehatan serius akibat terbentuknya massa makanan yang menggumpal di dalam lambungnya. Gumpalan ini dikenal dengan istilah medis bezoar.

Gejala awal yang dirasakan pasien adalah nyeri seperti terbakar di bagian atas perut dan sisi kanan tubuhnya, yang telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Ia telah mencoba berbagai cara pengobatan mandiri, termasuk mengonsumsi obat refluks asam lambung yang dibeli di apotek, namun keluhannya tidak menunjukkan perbaikan.

Tim dokter yang menangani kasus ini kemudian melaporkan temuan mereka dalam publikasi ilmiah bergengsi, New England Journal of Medicine. Laporan tersebut merinci bagaimana kondisi pasien berkembang dan penanganan yang akhirnya diberikan.

"Pasien awalnya datang untuk memeriksakan diri setelah merasakan nyeri seperti terbakar di bagian atas perut dan sisi kanan tubuhnya selama sekitar satu bulan," demikian bunyi bagian dari laporan kasus tersebut.

"Ia sempat mencoba dua obat-obatan dari apotik untuk mengatasi refluks asam lambung, tetapi keluhannya tidak membaik," lanjut kutipan dari laporan yang diterbitkan.

Dalam menghadapi bezoar berukuran besar di perut pasien, tim medis memutuskan untuk menggunakan minuman bersoda sebagai bagian dari strategi terapi. Pendekatan ini terbilang tidak konvensional mengingat citra minuman soda pada umumnya.

Penggunaan soda dalam kasus ini bertujuan untuk membantu memecah dan melarutkan massa makanan yang menggumpal. Metode ini menunjukkan adanya potensi adaptasi terapi dalam dunia kedokteran, di mana zat yang umum dianggap tidak sehat bisa dimanfaatkan dalam situasi medis tertentu.

Dikutip dari Oddity Central, kasus yang menarik perhatian komunitas medis ini terjadi pada tanggal 10 Juli 2026, memberikan perspektif baru tentang penggunaan produk sehari-hari dalam penanganan kondisi kesehatan yang kompleks.