JAKARTAHYPE.COM - Swiss German University (SGU) secara resmi meluncurkan program studi baru berupa Konsentrasi Event Management. Peluncuran ini diselenggarakan di Bidakara Hotel Jakarta, menandai langkah strategis universitas dalam mempersiapkan tenaga profesional di sektor yang dinamis ini.

Program ini digagas sebagai respons langsung terhadap lonjakan permintaan akan sumber daya manusia yang terampil di industri event dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Sektor ini menunjukkan pertumbuhan signifikan baik di tingkat nasional maupun internasional.

Acara peluncuran dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan penting. Kehadiran mereka mencakup perwakilan dari pemerintah, akademisi, serta para profesional terkemuka di industri event.

Beberapa narasumber kunci yang turut memeriahkan acara antara lain Plt Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Event Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu. Turut hadir pula Managing Director of PT Weggis Hospitality Academy, Moehamad Suryadharma.

Selain itu, Senior Vice President Human Capital Injourney Hospitality, Joko Utomo, dan Ketua Umum ASPERAPI, Hosea Andreas Runkat, juga memberikan pandangan berharga mereka. Kehadiran para tokoh ini memperkaya diskusi mengenai prospek industri.

Dalam sesi talkshow yang menarik bertajuk "Beyond the Stage: Menjelajahi Beragam Peluang Karier di Industri Event", para pembicara mengupas tuntas potensi besar industri event. Mereka juga tidak luput membahas tantangan yang perlu diatasi dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten.

"Industri event telah menjadi salah satu sektor strategis yang memberikan dampak ekonomi luas melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kunjungan wisatawan, serta penguatan ekonomi kreatif dan UMKM," ujar Vinsensius Jemadu, Plt Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Event Kementerian Pariwisata.

Vinsensius Jemadu juga menyoroti tren terkini dalam industri event global. Ia menyebutkan bahwa acara kini cenderung lebih personal, tersegmentasi, berbasis pengalaman, dan mengadopsi prinsip keberlanjutan atau green event.

"Selain itu, digitalisasi juga menjadi faktor penting yang mengubah cara penyelenggara merancang, memasarkan, dan mengelola sebuah event," tambahnya.