JAKARTAHYPE.COM - Setu Asih Pulo dikenal sebagai destinasi rekreasi favorit warga lokal karena menawarkan suasana yang asri dan sejuk. Lokasi ini dikelilingi oleh pepohonan hijau yang rindang dan seringkali diterpa angin sepoi-sepoi yang menyegarkan.
Keunggulan utama Setu Asih Pulo adalah lokasinya yang jauh dari hiruk pikuk serta polusi udara akibat kepadatan lalu lintas kota. Hal ini menjadikannya tempat ideal untuk berolahraga santai seperti jogging atau bersepeda (gowes).
Namun, di balik keindahannya, muncul permasalahan serius yang kini menjadi sorotan warga. Setu tersebut diduga kuat menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir di kawasan permukiman warga yang berada di sekitarnya.
Lokasi Setu Asih Pulo sendiri sangat mudah ditemukan oleh pengunjung. Hal ini ditandai dengan adanya papan nama berukuran besar berwarna merah yang terpasang jelas pada pagar pembatas area setu.
Secara fisik, setu ini tampak tertata rapi dengan pagar besi berwarna kuning yang mengelilinginya. Selain itu, jalur jalan bagi para pengunjung juga sudah dilapisi dengan batu paving yang tersusun rapi dan terawat.
Ironisnya, kerapian dan penataan fisik yang terlihat menawan tersebut justru diduga menjadi salah satu pemicu timbulnya bencana banjir bagi penduduk sekitar. Dugaan ini mengarah pada aspek pengelolaan air dan drainase di area tersebut.
"Setu itu mudah ditemukan. Penanda lokasi ditunjukkan dengan papan nama berukuran besar dan berwarna merah yang menempel pada pagar batu," demikian deskripsi mengenai penanda lokasi setu tersebut.
Lebih lanjut, kondisi penataan fisik juga dijelaskan secara gamblang. "Setu itu juga dikelilingi dengan pagar besi berkelir kuning dan jalur jalan buat pengunjung dengan batu paving yang rapi."
Akan tetapi, kontradiksi muncul ketika kerapian tersebut dikaitkan dengan dampak negatif lingkungan. "Namun rupanya, kerapian itu justru diduga menjadi salah satu sumber petaka warga sekitar," mengindikasikan adanya masalah struktural di balik estetika yang ditampilkan.