JAKARTAHYPE.COM - Sebuah kisah ketekunan patut diapresiasi datang dari Singapura, menampilkan perjuangan seorang kakek berusia 70 tahun bernama Poon Sum Hay. Pria lanjut usia ini terus bersemangat dalam menjalankan usaha kecilnya membuat dan menjual camilan tradisional.

Kisah hidup Poon Sum Hay diwarnai dengan tantangan fisik yang signifikan sejak ia dilahirkan. Ia diketahui terlahir tanpa jari pada tangan kirinya, sebuah kondisi yang jelas membutuhkan adaptasi ekstra dalam aktivitas sehari-hari.

Selain tantangan fisik bawaan, Poon Sum Hay juga baru-baru ini harus berjuang melawan kondisi kesehatan serius. Beberapa waktu lalu, beliau baru saja menyelesaikan serangkaian pengobatan untuk kanker usus besar yang sempat dideritanya.

Meski dibatasi oleh kondisi fisik dan baru pulih dari penyakit serius, semangat Poon Sum Hay untuk terus berkarya tidak pernah padam. Pada usianya yang menginjak 70 tahun, ia masih setia memproduksi sachima dengan metode tradisional yang diwariskan turun-temurun.

Aktivitas keseharian Poon Sum Hay berpusat pada pembuatan camilan khas tersebut, sebuah warisan yang ingin ia jaga kelestariannya di tengah modernisasi kuliner. Ketekunan ini menunjukkan dedikasi tinggi terhadap warisan kuliner yang ia pegang.

Perjuangan kakek ini dalam menjaga kelestarian camilan warisan tersebut telah menyentuh banyak pihak yang mengetahui kisahnya. Keteguhan hatinya menjadi inspirasi tentang bagaimana menghadapi kesulitan hidup.

Informasi mengenai perjuangan Poon Sum Hay ini diperoleh melalui publikasi media asing baru-baru ini. Hal ini memberikan sorotan mengenai kerja keras para pelaku usaha kecil yang gigih.

"Poon Sum Hay masih setia membuat sachima secara tradisional setiap hari," merupakan salah satu deskripsi mengenai kegigihannya dalam menjalankan profesinya, seperti yang disampaikan dalam sumber berita.

Dilansir dari Weird Kaya (21/7), disebutkan pula mengenai kondisi kesehatannya yang baru saja membaik. "Beberapa waktu lalu, Poon juga baru menjalani pengobatan kanker usus besar," demikian informasi yang diperoleh dari media tersebut.