JAKARTAHYPE.COM - Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tampil sebagai pembicara utama dalam perhelatan The 4th Proficient Conference yang diadakan di Jakarta. Acara bergengsi ini menjadi forum penting untuk membahas arah pembangunan masa depan bangsa.

SBY secara tegas menyampaikan bahwa keberlanjutan pembangunan bukan sekadar urusan satu pihak saja, melainkan memerlukan sinergi dari berbagai elemen masyarakat. Hal ini disampaikan dalam diskusi yang berfokus pada inovasi berbasis integritas.

"Masa depan pembangunan berkelanjutan bukan hanya ditentukan oleh pemerintah, korporasi, dan tidak lembaga keuangan. Masa depan akan dibentuk oleh kolaborasi. Pembangunan adalah tanggung jawab moral, pilihan politik, strategi ekonomi, dan investasi jangka panjang bagi masa depan umat manusia," kata SBY saat memberikan sambutan di Institut Perbanas, Jakarta.

Ia menambahkan bahwa semangat kebersamaan dan multilateralisme harus dihidupkan kembali untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, konferensi seperti Proficient 2026 dinilai sangat strategis dalam mendorong semangat tersebut.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Teuku Riefky Harsya, turut hadir dan menekankan pentingnya sinergi dalam forum tersebut. Ia menyoroti peran kolaborasi hexahelix untuk memajukan ekonomi kreatif Indonesia.

"Kolaborasi hexahelix antara pemerintah, serta akademisi untuk menciptakan inovasi yang berdaya saing dan memiliki fondasi integritas kuat untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth," ujar Menteri Riefky. Ia menekankan bahwa transformasi digital membutuhkan dukungan riset yang kuat.

"Transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi kreatif membutuhkan dukungan riset, pengembangan talenta, serta kolaborasi lintas sektor. Karena itu, sinergi antara akademisi, industri, dan pemerintah menjadi kunci untuk menghasilkan inovasi yang berkelanjutan, inklusif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," tambah Menparekraf.

Konferensi ilmiah internasional ini memang dirancang sebagai wadah utama untuk bertukar pikiran, memaparkan hasil riset, serta menyebarkan inovasi terkini terkait pembangunan berkelanjutan dan transformasi digital. Tema yang diangkat adalah Integrity-Driven Innovation: Reimagining Business, Finance, and Digital Transformation for Sustainable Development.

Rektor Institut Perbanas, Hermanto Siregar, menjelaskan bahwa pemilihan tema tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa inovasi yang berlandaskan integritas adalah prasyarat utama untuk mencapai transformasi global dan pembangunan berkelanjutan.