JAKARTAHYPE.COM - Sebuah video yang menampilkan seorang wanita Indonesia mengoperasikan mesin pemotong rumput besar di tengah perkebunan Selandia Baru baru-baru ini menjadi sorotan utama di media sosial. Wanita tersebut membagikan momen tersebut melalui akun Instagram pribadinya, @nabilaayunz, menunjukkan kebolehannya mengendalikan traktor di lanskap kebun anggur yang luas.

Dalam unggahan yang viral tersebut, terlihat ia mengenakan perlengkapan pelindung seperti kacamata hitam dan headphone sambil mengemudikan traktor di bawah langit Selandia Baru yang cerah. Pekerjaan yang biasanya diasosiasikan dengan peran maskulin ini kini ia jalani dengan lihai demi mencari nafkah di luar negeri.

Wanita di balik video viral tersebut diketahui bernama Ayu Nabila, atau akrab disapa Nabila, yang kini berusia 31 tahun dan berasal dari Bogor, Jawa Barat. Nabila merupakan lulusan dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Pakuan angkatan 2016.

Nabila mengungkapkan rasa syukur sekaligus haru atas perjalanan hidupnya yang tak terduga tersebut. "Plot twist hidup: ternyata aku bisa jadi orang yang dulu ga pernah aku bayangin 🥲🥹," tulisnya dalam keterangan unggahan tersebut, Dikutip dari unggahan Instagram @nabilaayunz.

Kisah Nabila ini memicu reaksi luas dari warganet, dengan video tersebut telah ditonton lebih dari 1,4 juta kali. Banyak warganet yang mengungkapkan kekaguman dan rasa penasaran mereka terhadap perubahan karier yang dilakukan Nabila.

Menanggapi pertanyaan mengenai beban kerja, Nabila menjelaskan bahwa pekerjaannya cukup terstruktur dan tidak selalu dikejar target ketat. "Engaa, udah ada speed nya jd udah ada estimasi bisa selesai berapa hektar Belum lg suka ada aja kendala di lapangan 😂 take it easy job nya hihiyyyy," jelasnya di kolom komentar, Dikutip dari Instagram @nabilaayunz.

Nabila menjelaskan bahwa ia berada di Selandia Baru mengikuti suaminya, Eduardo, yang mana kisah cinta mereka berawal dari perjodohan orang tua. Eduardo merupakan keturunan Indonesia yang keluarganya telah menetap di Selandia Baru sejak tahun 2009, sehingga Nabila harus menyusul setelah menikah pada 2022.

Setelah pernikahan, Nabila menghadapi proses birokrasi visa yang panjang, dimulai dari Visitor Visa hingga akhirnya resmi mengantongi Permanent Resident (PR) Visa pada Juni 2026. Ia baru mulai bekerja setelah mendapatkan izin kerja pada tahun 2023, meskipun sempat kesulitan karena keterbatasan bahasa Inggris saat melamar pekerjaan.

Kesempatan emas datang ketika suaminya menawarkan pekerjaan di tempatnya bekerja, sebuah perusahaan perkebunan anggur yang sama. Pada Juni 2023, Nabila resmi bergabung sebagai Vineyard Hand atau pekerja lapangan kebun anggur, sebuah dunia yang sama sekali baru baginya.