Jakarta, JakartaHype - Menjelang tonggak sejarah besar di tahun 2027, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menggandeng festival legendaris Jazz Goes to Campus (JGTC) dalam sebuah sinergi budaya jangka panjang. Kolaborasi ini dirancang untuk menyongsong perayaan 500 tahun Jakarta sekaligus memperingati Golden Anniversary atau 50 tahun perjalanan JGTC.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Andhika Permata, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi memantapkan posisi Jakarta sebagai kota global yang tidak melupakan akar tradisinya.
Eksplorasi Jazz Berbalut Identitas Lokal
Salah satu terobosan yang paling dinanti dalam kolaborasi ini adalah eksperimen musikal antara genre jazz dengan kesenian tradisional Betawi. Pemprov DKI membidik perayaan lima abad Jakarta pada 2027 sebagai panggung utama bagi akulturasi budaya tersebut.
"Jazz itu fleksibel. Kami menargetkan adanya pertunjukan jazz yang berpadu dengan Gambang Kromong atau Tanjidor. Ini adalah upaya memperkuat identitas kita di tengah arus globalisasi," ujar Andhika dalam keterangannya di Senayan, Jumat (17/4).
Membangun Ekosistem Ekonomi Kreatif
Melalui konsep bertajuk The City Series, kerja sama ini tidak hanya berhenti pada gelaran konser musik semata. Pemprov DKI melihat JGTC sebagai motor penggerak ekonomi kreatif yang mampu menciptakan ruang dialog lintas generasi.
"JGTC adalah bagian vital dari pembangunan ekosistem ekonomi kreatif di Jakarta. Festival ini menyatukan musik, inklusivitas, dan dinamika masyarakat perkotaan," tambahnya.
Agenda Pembuka di Taman Ismail Marzuki