JAKARTAHYPE.COM - Perkembangan pasar modal global mencatat sebuah pencapaian monumental pada hari Selasa, 18 Juni. Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (Tokyo Stock Exchange) mencatatkan kenaikan signifikan, melampaui batas psikologis krusial.

Indeks acuan Jepang tersebut berhasil ditutup pada level 71.053,49 poin. Kenaikan fantastis ini merupakan akumulasi dari pertumbuhan 1.151,24 poin dibandingkan penutupan sehari sebelumnya.

Pencapaian ini menandai kali pertama dalam sejarah bahwa Indeks Nikkei mampu melampaui angka 70.000 poin. Momentum kenaikan ini terjadi di tengah sentimen investor yang membaik secara global.

Salah satu pemicu utama euforia pasar adalah penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding) yang bertujuan mengakhiri ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen geopolitik yang mereda ini secara langsung meningkatkan kepercayaan diri pelaku pasar.

Selain faktor eksternal tersebut, kinerja impresif dari saham-saham berorientasi kecerdasan buatan (AI) dan sektor teknologi tinggi lainnya turut menjadi motor penggerak utama lonjakan Indeks Nikkei saat ini.

Perjalanan mencapai rekor ini merupakan titik balik dramatis jika dibandingkan dengan masa lalu, khususnya era gelembung ekonomi Jepang. Pada puncaknya, 29 Desember 1989, indeks tersebut mencapai 38.915 poin sebelum anjlok.

Setelah era tersebut, perekonomian Jepang memasuki periode stagnasi panjang yang dikenal sebagai "dekade yang hilang," diperparah oleh kegagalan lembaga keuangan pada 1997 dan 1998 serta memburuknya deflasi mulai tahun 2000.

Titik terendah pasca-gelembung sempat terjadi pada Maret 2009, ketika Indeks Nikkei merosot tajam hingga 7.054,98 poin akibat krisis keuangan global yang dipicu oleh kebangkrutan Lehman Brothers.

Titik balik penting lainnya terjadi pada akhir tahun 2012 seiring kembalinya Shinzō Abe sebagai Perdana Menteri. Kebijakan pelonggaran moneter masif yang diterapkan oleh Bank of Japan terbukti efektif mendorong kenaikan harga saham secara berkelanjutan.