JAKARTAHYPE.COM - Tes Kecerdasan Intelektual (IQ) menjadi tolok ukur penting dalam mengukur kemampuan kognitif manusia, mencakup daya ingat, penalaran, dan kecepatan pemrosesan informasi. Data global dari tes ini sering kali digunakan untuk menganalisis rata-rata skor IQ antar negara.
Penelitian International IQ Test (IIT) 2025, yang melibatkan lebih dari 1,3 juta partisipan dari seluruh dunia, telah menyusun daftar negara dengan rata-rata skor IQ terendah. Hasil ini memberikan gambaran mengenai tantangan kognitif yang dihadapi berbagai populasi global.
Somalia, yang dilanda konflik dan krisis pengungsian, menunjukkan rata-rata skor IQ 83,84 menurut IIT 2025. "Banyak daerah di seluruh Somalia, orang tua tidak mampu membiayai pendidikan anak-anak mereka," demikian kutipan dari laman UNESCO, yang juga menyoroti faktor kemiskinan, jarak sekolah, keselamatan, norma sosial yang mengutamakan anak laki-laki, serta kurangnya guru dan fasilitas sanitasi yang menghambat pendidikan anak perempuan.
Timor Leste mencatat rata-rata skor IQ 86,70 dalam survei IIT 2025. Meskipun pemerintah memprioritaskan pendidikan berkualitas, negara ini masih bergulat dengan fasilitas sekolah yang menua, angka putus sekolah yang tinggi, keragaman bahasa, dan keterbatasan sarana pendidikan di pedesaan.
Rwanda, yang diakui atas pencapaian pendidikannya di Afrika Sub-Sahara, meraih skor IQ rata-rata 86,90 pada IIT 2025. Namun demikian, negara ini masih menghadapi masalah seperti rendahnya kemampuan membaca dan berhitung siswa sekolah dasar, serta kendala guru dalam menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.
Nikaragua melaporkan skor IQ 87,85 berdasarkan IIT 2025. Negara ini masih bergulat dengan ketimpangan sosial, kemiskinan, dan ketidakstabilan politik yang memengaruhi akses pendidikan berkualitas.
Angola mencatatkan skor rata-rata 87,98 dalam data IIT 2025. Sektor pendidikan di negara ini menghadapi tantangan serius seperti rendahnya capaian belajar dan meningkatnya jumlah anak yang tidak bersekolah, diperparah oleh pertumbuhan penduduk yang pesat.
Gabon memperoleh rata-rata skor IQ 88,35 berdasarkan IIT 2025. Meskipun merupakan produsen minyak utama di Afrika, sekitar sepertiga penduduknya masih hidup dalam kemiskinan, yang dapat berkontribusi pada tantangan kognitif.
Uganda mencatat skor 88,49 dalam survei IIT 2025. Meskipun tingkat literasi terus meningkat, data sensus tahun 2024 menunjukkan bahwa sekitar seperempat penduduk usia 10 tahun ke atas masih belum memiliki kemampuan literasi dasar.