JAKARTAHYPE.COM - Dunia perfilman India, yang dikenal sebagai Bollywood, menunjukkan kemajuan signifikan dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dibandingkan dengan Hollywood. Studio-studio di India kini secara aktif mengintegrasikan AI dalam berbagai tahapan pembuatan film.
Penerapan teknologi ini tidak hanya terbatas pada pra-produksi, namun meluas hingga pembuatan film secara utuh menggunakan kekuatan AI. Hal ini memberikan dimensi baru dalam efisiensi industri sinema India.
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan AI untuk proses dubbing film ke berbagai bahasa asing, serta kemampuan untuk memotong ulang dan merilis ulang film-film lama demi meningkatkan pendapatan.
Menurut Rahul Regulapati, pemimpin studio AI Collective, implementasi AI secara substansial mengurangi beban biaya produksi. Ia mengklaim bahwa waktu yang dibutuhkan untuk produksi dapat dipangkas hingga seperempat dari durasi normal.
Regulapati lebih lanjut menekankan dampak finansial positif dari teknologi ini bagi industri film India. "AI memangkas biaya produksi hingga seperlima dari biaya pembuata film tradisional genre seperti mitologi dan fantasi," kata Regulapati, dikutip dari Reuters, Senin (6/4/2026).
Selain itu, sebuah rumah produksi besar di India dilaporkan sedang meninjau seluruh katalog film mereka untuk potensi rilis ulang menggunakan teknologi AI. Langkah ini menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap integrasi AI.
Raksasa teknologi global seperti Google, Microsoft, dan Nvidia turut mengambil peran dengan menjajaki kerja sama awal bersama para pembuat film lokal di India. Hal ini memperkuat ekosistem pengembangan AI di sektor hiburan tersebut.
Dominic Lees, seorang peneliti di bidang film dan AI dari Universitas Reading, menilai bahwa tingkat pemanfaatan AI oleh pembuat film India berada pada level yang sangat berbeda. "Jika mereka bisa mewujudkannya, maka pergeseran dalam pembuatan film berbasis AI akan terjadi di India," jelasnya.
Kondisi ini sangat kontras dengan situasi yang dihadapi oleh Hollywood di Amerika Serikat. Meskipun AS adalah pemimpin dalam pengembangan AI secara umum, studio film mereka masih enggan mengadopsi teknologi ini secara luas.