JAKARTAHYPE.COM - Bulan Zulhijah merupakan periode istimewa bagi umat Islam yang dipenuhi dengan berbagai kesempatan untuk meningkatkan amal ibadah, terutama bagi mereka yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Selain ibadah haji yang dilaksanakan di Tanah Suci, terdapat serangkaian amalan sunnah yang sangat dianjurkan, termasuk memperbanyak sedekah, melaksanakan salat Idul Adha, serta menunaikan puasa sunnah.
Ibadah puasa di bulan Zulhijah secara umum terbagi menjadi tiga jenis utama yang memiliki keutamaan masing-masing bagi yang melaksanakannya. Ketiga jenis puasa tersebut meliputi puasa pada hari 1 hingga 9 Zulhijah, Puasa Tarwiyah, dan Puasa Arafah.
Puasa pada awal bulan Zulhijah, yang terkadang disebut sebagai puasa Asyura (meski secara teknis Asyura adalah tanggal 10 Muharram, dalam konteks ini merujuk pada sepuluh hari pertama Zulhijah), dapat dimulai sejak hari pertama bulan tersebut. Dalam konteks artikel aslinya, disebutkan puasa ini dapat dilaksanakan dari tanggal 2 Agustus 2019 hingga 10 Agustus 2019, meskipun tanggal ini bersifat contoh historis.
Ditekankan bahwa di antara rangkaian puasa tersebut, Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah memegang posisi paling utama dalam hal keutamaan. Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Zulhijah, sementara Puasa Arafah dilaksanakan sehari setelahnya, yaitu pada tanggal 9 Zulhijah.
Puasa Arafah secara spesifik disunnahkan bagi seluruh umat Muslim yang tidak sedang berada dalam rangkaian ibadah haji di Arafah. Pelaksanaan puasa ini memiliki keutamaan yang sangat besar dalam penghapusan catatan dosa-dosa seorang hamba.
Keutamaan besar di sepuluh hari pertama Zulhijah ini pernah ditegaskan langsung oleh Nabi Muhammad SAW, sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadis. "Tidak ada hari yang amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini (10 awal Dzulhijjah)," ujar Nabi Muhammad SAW.
Para sahabat kemudian menanyakan perbandingan keutamaan amal di hari-hari tersebut dengan jihad fii sabilillah. Menanggapi hal tersebut, Nabi SAW menjawab, "Iya, lebih baik daripada jihad fii sabilillaah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan harta dan jiwa raganya kemudian dia tidak pernah kembali lagi (mati syahid)," demikian disabdakan Nabi Muhammad SAW.
Keutamaan spiritual dari melaksanakan puasa di bulan Zulhijah sangatlah besar, bahkan beberapa riwayat menyebutkan kemampuan penghapusan dosa. Disebutkan bahwa puasa yang dilaksanakan pada hari 1-9 Zulhijah (puasa Asyura versi awal) dapat menghapus dosa selama setahun yang telah berlalu.
Selanjutnya, bagi mereka yang melaksanakan Puasa Tarwiyah, terdapat khasiat serupa yaitu mampu menghapuskan dosa satu tahun penuh. Sementara itu, Puasa Arafah memiliki keutamaan yang lebih tinggi lagi, yaitu dapat menggugurkan dosa selama dua tahun, meliputi tahun yang telah lalu dan tahun yang akan datang.