JAKARTAHYPE.COM - Metode tradisional dalam memasak sering kali menyimpan rahasia efisiensi yang kini mulai terungkap melalui penjelasan ilmiah. Salah satu trik yang populer adalah penggunaan sendok atau garpu logam di dalam rebusan untuk membuat daging lebih cepat empuk.

Hal ini merupakan metode rumahan yang dinilai efektif untuk mempercepat pelunakan daging tanpa perlu mengandalkan alat bertekanan tinggi seperti panci presto. Teknik ini memanfaatkan prinsip fisika sederhana dalam penghantaran energi panas.

Secara ilmiah, efektivitas metode ini dijelaskan melalui sifat dasar logam sebagai konduktor panas yang sangat baik. Sifat ini memungkinkan logam mampu menghantarkan dan mempertahankan suhu panas agar tetap stabil selama proses perebusan berlangsung.

Keberadaan sendok logam di dalam air rebusan berfungsi krusial dalam menstabilkan suhu air dan udara yang terperangkap di dalam wadah perebusan. Stabilitas panas ini kemudian ditransfer langsung ke serat-serat jaringan daging yang sedang diolah.

"Sifat logam sebagai konduktor panas yang baik mampu menghantarkan sekaligus mempertahankan suhu panas agar lebih stabil di dalam panci," berdasarkan informasi yang dipublikasikan pada Jumat, 22 Mei 2026. Hal ini dilansir dari Suara berdasarkan informasi dari pihak IPB University.

Meskipun demikian, hasil akhir keempukan daging juga dipengaruhi oleh variabel lain di luar kehadiran alat logam. Faktor seperti jenis potongan daging, ukuran potongan saat dimasak, serta total durasi perebusan turut memberikan dampak signifikan pada tekstur akhir.

Selain mengandalkan konduktor panas, ada teknik perebusan khusus yang dikenal sebagai metode 5-30-7 yang populer karena dapat menghemat penggunaan gas saat memasak. Prosedur ini melibatkan tiga tahapan pemanasan dan pendinginan yang terstruktur.

Tahap pertama dimulai dengan merebus daging selama lima menit dalam air mendidih dengan api sedang hingga besar, sementara panci harus tertutup rapat. Selanjutnya, kompor dimatikan dan daging dibiarkan terendam selama tiga puluh menit penuh dalam panci tertutup.

Tahap akhir dilakukan dengan menyalakan api kembali untuk merebus daging hanya selama tujuh menit lagi, yang bertujuan mengoptimalkan proses degradasi otot daging. Metode ini efektif memerangkap panas secara stabil di dalam daging, sehingga protein tidak mengalami penyusutan berlebihan dan menghasilkan tekstur yang empuk.