JAKARTAHYPE.COM - Belakangan ini, pola makan yang dikenal sebagai Asian Diet semakin santer terdengar dan dibicarakan banyak orang. Konsep ini dianggap menawarkan keseimbangan yang lebih baik dalam asupan nutrisi sehari-hari.
Berbeda dari berbagai diet populer lainnya yang cenderung fokus pada pembatasan kalori ketat atau penghilangan kelompok makanan tertentu, Asian Diet memiliki filosofi yang berbeda. Pendekatan ini lebih mengutamakan konsumsi bahan makanan yang segar.
Fokus utamanya adalah pada ragam sayuran, buah-buahan, aneka kacang-kacangan, serta biji-bijian utuh yang kaya serat. Selain itu, protein berkualitas tinggi dari ikan dan kedelai menjadi pilar penting dalam menu harian.
Menariknya, tidak ada satu formula tunggal yang mendefinisikan "Asian Diet" secara kaku. Keragaman kuliner di benua Asia membuat setiap negara memiliki ciri khasnya sendiri dalam menerapkan pola makan ini.
Hal ini diungkapkan oleh Profesor Nutrisi Klinis dari University of California, Los Angeles (UCLA), Zhaoping Li. Beliau menjelaskan bahwa tidak ada satu pola Asian Diet yang benar-benar sama karena setiap negara di Asia memiliki tradisi kuliner yang berbeda.
Asian Diet menekankan pada konsumsi makanan yang kaya nutrisi dan minim olahan, yang secara umum berkontribusi pada kesehatan jangka panjang. Hal ini sejalan dengan kebiasaan makan masyarakat Asia yang kaya akan aneka hidangan berbasis tumbuhan.
Pola makan ini secara alami mendorong konsumsi serat yang tinggi dari sayuran dan buah-buahan, serta lemak sehat dari ikan dan kacang-kacangan. Kombinasi ini sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung dan pencernaan.
Kelezatan dan keberagaman kuliner Asia juga memungkinkan penerapan diet ini tanpa rasa bosan. Banyak pilihan bahan makanan dan cara memasak yang bisa dieksplorasi.
"Tidak ada satu pola Asian Diet yang benar-benar sama karena setiap negara di Asia memiliki tradisi kuliner yang berbeda," ujar Profesor Zhaoping Li.