JAKARTAHYPE.COM - Perusahaan teknologi terkemuka asal Tiongkok, Xiaomi, telah mengeluarkan proyeksi mengenai tren harga jual perangkat ponsel pintar kelas atas atau flagship dalam beberapa tahun mendatang. Proyeksi ini menarik perhatian pasar global karena menunjukkan potensi kenaikan harga yang signifikan.

Proyeksi kenaikan harga ini secara spesifik menyasar segmen ponsel flagship yang diproduksi di Tiongkok. Dalam analisis mereka, harga jual rata-rata perangkat premium diprediksi akan mengalami peningkatan substansial.

Peningkatan biaya produksi komponen memori menjadi faktor utama yang mendasari proyeksi kenaikan harga ini. Tren peningkatan biaya komponen tersebut diperkirakan akan terus berlanjut tanpa menunjukkan tanda-tanda perlambatan dalam waktu dekat.

Kenaikan harga yang diproyeksikan ini diperkirakan akan mendorong harga jual perangkat flagship melampaui batas psikologis yang penting di pasar. Angka tersebut diprediksi akan melampaui ambang batas 10.000 yuan.

Jika dikonversikan ke mata uang Rupiah, ambang batas 10.000 yuan tersebut setara dengan sekitar Rp 25,7 juta. Perkiraan angka fantastis ini diprediksi akan tercapai menjelang akhir tahun 2026 mendatang.

Proyeksi kenaikan harga ini memberikan indikasi tantangan serius bagi ekosistem industri ponsel pintar premium. Baik konsumen maupun produsen di segmen kelas atas akan menghadapi dinamika pasar yang lebih menantang.

Dilansir dari Tren BisnisMarket, perusahaan teknologi terkemuka Xiaomi memproyeksikan bahwa harga jual ponsel pintar kelas atas atau flagship yang diproduksi di Tiongkok akan mengalami kenaikan substansial dalam beberapa tahun ke depan.

Proyeksi ini didasarkan pada tren peningkatan biaya produksi komponen memori yang diprediksi akan terus berlanjut, "Proyeksi ini didasarkan pada tren peningkatan biaya produksi komponen memori yang diprediksi akan terus berlanjut," ujar perwakilan Xiaomi.

Kenaikan harga ini diperkirakan akan mendorong harga jual perangkat flagship melampaui ambang batas 10.000 yuan, atau setara dengan sekitar Rp 25,7 juta, menjelang akhir tahun 2026, "Proyeksi ini mengindikasikan tantangan besar bagi konsumen dan produsen di pasar ponsel premium," tambah sumber tersebut.