JAKARTAHYPE.COM - Perangkat telepon pintar (smartphone) yang selama ini mendominasi pasar teknologi global diprediksi akan menghadapi tantangan besar dalam beberapa tahun mendatang. Proyeksi ini menandakan adanya pergeseran fundamental dalam perilaku konsumen terkait perangkat komunikasi pribadi mereka.
Lembaga riset pasar terkemuka, International Data Corporation (IDC), telah merilis proyeksi mengenai masa depan pasar ponsel pintar. Proyeksi ini menyoroti potensi penurunan daya tarik model ponsel konvensional yang sudah dikenal luas oleh masyarakat.
Menurut prediksi lembaga tersebut, titik balik signifikan diperkirakan akan terjadi mulai tahun 2026. Pada periode waktu tersebut, daya tarik smartphone yang selama ini menjadi pilihan utama diperkirakan akan mulai terkikis secara signifikan di pasar global.
"Daya tarik smartphone konvensional akan mulai terkikis secara signifikan pada periode tersebut," ujar perwakilan IDC, menggarisbawahi pentingnya periode pasca-2026 bagi industri telekomunikasi.
Proyeksi pasar smartphone global menunjukkan adanya potensi penurunan volume penjualan secara keseluruhan. Penurunan ini bukan terjadi tanpa sebab, melainkan didorong oleh dinamika pasar dan perubahan kebiasaan pengguna.
Salah satu pemicu utama dari pelemahan ini adalah kecenderungan konsumen untuk memperpanjang siklus penggantian perangkat mereka. Dengan perangkat yang semakin awet, kebutuhan untuk membeli model baru menjadi berkurang.
Faktor kedua yang memberikan tekanan pada pasar adalah kenaikan harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) dari perangkat smartphone baru. Kenaikan harga ini membuat konsumen lebih berpikir panjang sebelum melakukan pembelian.
Kondisi pasar yang semakin menantang ini secara langsung menempatkan tekanan signifikan pada para produsen perangkat keras. Mereka kini harus beradaptasi dengan tren baru yang mengarah pada pergeseran preferensi konsumen.
Pergeseran ini juga mengindikasikan bahwa era perangkat lipat (foldable devices) mungkin akan semakin mendapatkan momentumnya di pasar setelah tahun 2026, seiring dengan penurunan dominasi ponsel konvensional.