JAKARTAHYPE.COM - Perkembangan pesat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini mulai mengubah struktur ketenagakerjaan secara global. Banyak profesi, mulai dari urusan administrasi hingga layanan pelanggan, rentan tergantikan oleh otomatisasi dan teknologi digital.
Namun, di tengah kekhawatiran tersebut, beberapa sektor pekerjaan justru diprediksi akan mengalami peningkatan permintaan signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Pekerjaan yang mengandalkan kemampuan komunikasi, kreativitas, pengambilan keputusan strategis, serta keterampilan teknis spesifik dinilai lebih aman dari ancaman otomatisasi AI.
Beberapa negara tetangga Indonesia, seperti Singapura, Malaysia, dan Australia, diproyeksikan mengalami lonjakan kebutuhan tenaga kerja di bidang-bidang tertentu sepanjang tahun 2026. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran fokus kebutuhan pasar kerja regional menuju peran yang membutuhkan sentuhan manusiawi dan keahlian unik.
Sektor kesehatan diprediksi tetap menjadi salah satu bidang dengan kebutuhan tenaga kerja tertinggi di kawasan Asia Tenggara menjelang 2026. Singapura, Malaysia, dan Australia terus membuka peluang besar di sektor medis dan layanan sosial, didorong oleh populasi lansia yang meningkat dan kompleksitas layanan kesehatan.
Profesi di bidang kesehatan dianggap paling protektif terhadap ancaman AI karena menuntut empati, komunikasi langsung, serta kemampuan membuat keputusan cepat saat kondisi darurat. "Pekerjaan di sektor ini juga menuntut sentuhan manusia yang sulit digantikan teknologi," ujar sumber berita.
Profesi perawat masih sangat dicari karena berhubungan langsung dengan perawatan pasien, di mana AI hanya mampu membantu administrasi dan analisis data medis. Contohnya, Singapura secara aktif membuka peluang bagi perawat asing untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit dan fasilitas perawatan lansia.
Peningkatan kesadaran masyarakat mengenai isu kesehatan mental mendorong permintaan tinggi untuk profesi psikolog dan konselor. Terapi dan pendampingan emosional yang bersifat personal dinilai tidak dapat sepenuhnya dilakukan atau digantikan oleh kecerdasan buatan.
Selain itu, profesi yang memerlukan ketelitian teknis khusus, seperti dokter spesialis, tetap dibutuhkan karena interpretasi hasil diagnosis dan tindakan medis profesional memerlukan pengalaman manusia. Teknologi dapat membantu diagnosis, namun keputusan akhir tetap berada di tangan tenaga profesional berpengalaman.
Pekerja sosial juga termasuk dalam daftar profesi dengan risiko otomatisasi rendah karena harus menangani kompleksitas hubungan sosial dan kondisi komunitas. Profesi ini banyak dibutuhkan untuk mendukung layanan rehabilitasi, keluarga, hingga layanan di tingkat komunitas.