JAKARTAHYPE.COM - Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) tampaknya memiliki pandangan yang sangat spesifik mengenai komposisi tim nasional mereka untuk ajang Piala Dunia 2026 mendatang. Rencana tersebut mengindikasikan fokus mendalam pada pembinaan talenta yang lahir dan berkembang di dalam negeri.
Sebuah proyeksi mengejutkan muncul, di mana hampir seluruh skuat yang akan dibawa ke Amerika Utara diprediksi akan berasal dari liga domestik. Angka yang disebutkan sangat tinggi, menunjukkan keyakinan besar terhadap kualitas pemain lokal saat ini.
Hal ini menjadi sorotan karena banyak negara lain cenderung mengandalkan pemain yang berkarier di liga-liga Eropa terkemuka untuk meningkatkan daya saing di panggung global. Namun, Arab Saudi memilih jalur yang berbeda dalam persiapan mereka menuju turnamen akbar tersebut.
"Kami menargetkan 99 persen pemain yang akan tampil di Piala Dunia 2026 adalah pemain yang bermain di liga domestik kami," ujar salah satu perwakilan federasi, yang menggarisbawahi ambisi besar mereka.
Pernyataan ini menegaskan bahwa investasi besar yang telah dilakukan di Liga Profesional Saudi (SPL) kini diharapkan memberikan hasil nyata dalam bentuk kesiapan tim nasional. Strategi ini bertujuan untuk menstabilkan fondasi sepak bola nasional.
Keputusan ini juga didukung oleh hasil positif yang mulai terlihat dari kompetisi domestik yang semakin kompetitif. Banyak pemain kunci timnas saat ini secara rutin mendapatkan menit bermain berkualitas di klub masing-masing.
Dilansir dari sumber terkait, strategi ini dipandang sebagai upaya jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan prestasi, bukan hanya sekadar mengandalkan 'generasi emas' sesaat. Fokus utamanya adalah membangun kultur di mana talenta terbaik berkembang tanpa harus selalu hijrah ke luar negeri.
"Kepercayaan penuh kami adalah pada pemain-pemain yang telah melalui sistem pembinaan kami sendiri dan kini bersinar di Saudi Pro League," tambah perwakilan tersebut.
Dengan demikian, persiapan Arab Saudi menuju Piala Dunia 2026 akan menjadi studi kasus menarik mengenai sejauh mana kekuatan yang dibangun dari basis domestik dapat bersaing dengan kekuatan tradisional sepak bola dunia.