JAKARTAHYPE.COM - Sebuah fenomena lari santai yang dikenal sebagai "slow jogging" kini tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Popularitasnya meroket, terutama setelah banyak rekaman video dari Korea Selatan beredar luas, menampilkan sekelompok orang yang asyik berlari dengan tempo yang sangat tenang.
Teknik berlari yang satu ini mengedepankan kecepatan yang ringan, berkisar antara 3 hingga 5 kilometer per jam. Konsep ini dengan sigap berhasil menarik perhatian banyak pegiat lari, khususnya bagi mereka yang baru ingin mencoba dunia lari.
Hal ini dikarenakan slow jogging dianggap sebagai metode yang tidak membebani fisik secara berlebihan dan minim menguras energi. Namun, yang menarik, metode ini diklaim tetap memberikan manfaat kesehatan yang signifikan bagi para pelakunya.
Fenomena ini tidak hanya terbatas di Korea Selatan saja. Ternyata, tren slow jogging juga telah menemukan pijakannya dan berkembang pesat di Indonesia.
Bahkan, sebuah komunitas yang didedikasikan untuk aktivitas ini, yaitu Komunitas Slow Jogging Indonesia (SJI), telah resmi berdiri sejak tanggal 30 Desember 2017. Keberadaan komunitas ini menunjukkan bahwa minat terhadap slow jogging sudah ada jauh sebelum tren ini viral secara global.
Dikutip dari artikel terkait, "Teknik berlari dengan kecepatan santai, sekitar 3 sampai 5 km/jam ini dengan cepat menarik atensi banyak pelari, khususnya bagi mereka yang mulai ingin mencoba karena dianggap ringan, tidak menguras tenaga, tetapi diklaim tetap memberikan manfaat bagi kesehatan."
Selanjutnya, dilaporkan pula bahwa "Tak hanya di Korea Selatan, slow jogging ternyata juga sudah berkembang di Indonesia. Komunitas Slow Jogging Indonesia (SJI) bahkan sudah terbentuk sejak 30 Desember 2017," yang menegaskan bahwa gerakan ini sudah memiliki basis kuat di tanah air.
Kehadiran komunitas SJI menunjukkan bahwa minat masyarakat Indonesia terhadap gaya hidup sehat melalui olahraga lari yang ringan sudah cukup tinggi. Hal ini membuka peluang lebih luas bagi siapa saja yang ingin bergabung dan merasakan manfaat slow jogging.
Dengan kecepatan yang sangat terkontrol, slow jogging menjadi pilihan ideal bagi pemula atau mereka yang baru pulih dari cedera. Fokus utamanya adalah menikmati proses berlari dan menjaga detak jantung pada zona yang optimal untuk pembakaran lemak dan peningkatan daya tahan kardiovaskular.