JAKARTAHYPE.COM - Dalam gemuruh pertandingan sepak bola yang seringkali penuh tensi, penggemar mungkin kerap menyaksikan momen unik ketika para bintang lapangan hijau seperti Lionel Messi hingga Erling Haaland melakukan gerakan meniup bibir. Aksi yang dikenal sebagai 'lip trill' ini tak jarang tertangkap kamera dalam adegan slow motion, menambah kesan dramatis pada setiap pertandingan.

Gerakan napas yang khas ini biasanya muncul ketika para pemain berada di bawah tekanan tinggi. Momen-momen kritis seperti saat tim terdesak, peluang mencetak gol terlewatkan, atau bahkan ketika tim menghadapi ancaman kekalahan, kerap memicu pemain untuk melakukan ekspresi ini.

Fenomena ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk para pengamat dan ahli. Apa sebenarnya yang ada di balik kebiasaan sederhana namun sering terekam ini?

Psikolog sosial dari Universitas Indonesia, Dian Wisnuwardhani, M.Psi., Psikolog, memberikan pandangannya mengenai makna psikologis dari gerakan 'brrr' yang dilakukan para pesepak bola. Menurutnya, kebiasaan ini kemungkinan besar memiliki dua fungsi utama.

"Kemungkinan memiliki dua tujuan, pertama ditujukan untuk meregangkan otot-otot wajah dan kedua untuk menurunkan kondisi stres tubuh," ujar Dian Wisnuwardhani.

Tujuan pertama, yaitu meregangkan otot-otot wajah, dapat membantu pemain untuk melepaskan ketegangan fisik yang mungkin menumpuk di area tersebut akibat fokus dan tekanan selama pertandingan. Gerakan ini bisa menjadi semacam relaksasi otot ringan.

Sementara itu, tujuan kedua dianggap lebih krusial, yakni untuk menurunkan kondisi stres tubuh. Dalam situasi pertandingan yang intens, tubuh seringkali melepaskan hormon stres yang dapat memengaruhi performa.

Dikutip dari artikel, gerakan meniup bibir ini diyakini dapat memicu respons relaksasi pada tubuh. Hal ini membantu pemain untuk kembali fokus dan mengendalikan emosi mereka di tengah situasi yang tidak pasti.

Oleh karena itu, apa yang terlihat sebagai ekspresi biasa di layar kaca, sesungguhnya merupakan mekanisme pertahanan diri psikologis yang cerdas dari para atlet profesional untuk menjaga kestabilan mental mereka.