JAKARTA, JakartaHype.com – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana meninjau langsung implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) swasta yang dijalankan oleh GrabOVO bersama Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) di Sekolah Khusus Negeri (SKhN) 01 Balaraja, Kabupaten Tangerang. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Nasional Mulia (GERNAS MULIA) dalam rangka peringatan 24 tahun Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (GERNAS APU-PPT), yang menekankan nilai integritas, kepedulian, dan bela negara.

Dalam kunjungannya, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana berinteraksi dengan para siswa SKhN 01 Balaraja dan meninjau penerapan program yang dirancang untuk memastikan tata kelola, transparansi, dan keamanan pangan yang optimal. Program MBG CSR Swasta Grab–OVO memanfaatkan teknologi untuk memantau seluruh tahapan, mulai dari kesiapan mitra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), proses distribusi, hingga makanan diterima oleh sekolah, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Program ini juga turut menyerahkan bantuan perlengkapan belajar secara simbolis kepada perwakilan siswa SKhN 01 Balaraja. Penyerahan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, Bupati Kabupaten Tangerang Maesyal Rasyid, Jamintel dan Pendiri YIPB Reda Manthovani, CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi, Ketua Pelaksana Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa Cahaya Manthovani, dan Kepala Sekolah SKhN 01 Sumiyati.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengapresiasi kolaborasi yang terjalin. "Kegiatan ini merupakan bagian dari semangat GERNAS MULIA dalam peringatan 24 tahun GERNAS APU PPT, yang mengajak kita semua untuk memuliakan sesama sebagai bentuk bela negara yang paling hakiki, sejalan dengan Asta Cita Presiden. Program sosial yang melibatkan banyak pemangku kepentingan harus didukung tata kelola yang baik agar manfaatnya tepat sasaran, aman, dan transparan," ujar Ivan.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi sangat krusial untuk memperkuat pencatatan, pemantauan operasional, dan proses evaluasi program. "Pemanfaatan teknologi juga sangat berperan untuk mendukung transparansi proses, memperkuat pemantauan operasional, serta membantu pengelola menjaga kualitas pelaksanaan program sejak makanan diproduksi oleh mitra UMKM hingga diterima oleh para siswa," tegasnya.

Program MBG Grab–OVO merupakan inisiatif CSR yang sepenuhnya didanai oleh sektor swasta sebagai bentuk dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis nasional. Melalui pendekatan kolaboratif, program ini dirancang untuk melengkapi pelaksanaan MBG pemerintah dengan menitikberatkan pada keamanan pangan, tata kelola yang akuntabel, serta dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyatakan komitmennya untuk menciptakan dampak ganda melalui program ini. "Di satu sisi, kami berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah sebagai calon penerus bangsa. Di sisi lain, seluruh penyediaan makanan ini sepenuhnya memberdayakan mitra UMKM lokal dan mitra pengemudi di ekosistem kami. Kehadiran dan peninjauan langsung dari Kepala PPATK memotivasi kami untuk terus memastikan bahwa komitmen ini berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat," katanya.

Sejak diluncurkan pada September 2024, Program MBG CSR Swasta Grab–OVO telah menjangkau 36 sekolah, termasuk sekolah khusus, dengan lebih dari 5.200 penerima manfaat. Program ini juga melibatkan 34 mitra UMKM dan kantin sekolah serta 32 mitra pengemudi di 12 kota/kabupaten. Grab, OVO, dan YIPB berkomitmen untuk terus menyempurnakan pendekatan berbasis teknologi demi peningkatan kualitas, keamanan pangan, dan tata kelola program secara berkelanjutan.