JAKARTAHYPE.COM - Perhelatan akbar sepak bola dunia, Piala Dunia 2022, baru saja usai dengan Argentina keluar sebagai juara. Namun, euforia kemenangan timnas Argentina diwarnai dengan insiden kericuhan yang terjadi di lapangan usai laga final melawan Prancis.
Kericuhan tersebut memicu pertanyaan mengenai potensi sanksi yang mungkin dihadapi oleh timnas Argentina dari badan sepak bola dunia, FIFA. Insiden ini melibatkan beberapa pemain dan staf dari kedua tim yang terlibat dalam adu mulut dan dorong-dorongan.
Penyebab utama dari ketegangan ini diduga kuat dipicu oleh provokasi yang dilakukan oleh beberapa pemain Argentina kepada para pemain Prancis, terutama setelah gol keempat Argentina tercipta di babak adu penalti. Tindakan ini dinilai tidak sportif dan berpotensi melanggar kode etik FIFA.
FIFA memiliki aturan ketat mengenai perilaku pemain dan staf di lapangan, termasuk larangan melakukan provokasi atau tindakan yang dapat merusak citra fair play. Kericuhan ini bisa saja menjadi dasar investigasi oleh komite disiplin FIFA.
"Pemain harus selalu menjaga perilaku yang baik di lapangan dan tidak boleh melakukan provokasi terhadap lawan," ujar seorang sumber yang enggan disebutkan namanya, mengacu pada peraturan FIFA.
Jika terbukti bersalah berdasarkan hasil investigasi, Argentina dapat dikenakan berbagai sanksi. Sanksi tersebut bisa berupa denda finansial, peringatan resmi, hingga larangan bermain di beberapa pertandingan mendatang bagi individu yang terlibat.
"Kami akan mengkaji semua rekaman dan laporan yang ada sebelum mengambil keputusan," kata seorang juru bicara FIFA, menegaskan bahwa proses investigasi akan dilakukan secara menyeluruh.
Dikutip dari sumber berita internasional, insiden ini terjadi sesaat setelah Argentina berhasil mengamankan gelar juara melalui drama adu penalti yang menegangkan. Suasana yang tadinya penuh kebahagiaan, berubah menjadi tegang akibat perselisihan antar pemain.
Tindakan beberapa pemain Argentina yang merayakan kemenangan dengan cara yang dianggap provokatif menjadi sorotan utama. Hal ini memicu reaksi keras dari kubu Prancis yang merasa dipermalukan.