JAKARTAHYPE.COM - Gyeongbokgung Palace, sebuah peninggalan megah dari Dinasti Joseon, kembali mencuri perhatian publik di tengah sorotan kabar mengenai dugaan seorang warga negara Indonesia (WNI) yang terpisah dari rombongan wisatanya di Korea Selatan.
Istana yang berdiri kokoh ini merupakan salah satu ikon pariwisata paling terkenal di Seoul dan hampir selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap paket tur yang ditawarkan kepada wisatawan.
Peristiwa yang menempatkan Gyeongbokgung dalam pemberitaan terkait dengan hilangnya seorang WNI bernama Femas, yang berusia 22 tahun. Ia diketahui mengikuti kegiatan wisata "open trip" yang diselenggarakan oleh Berani Backpacker.
Rombongan wisata tersebut dilaporkan berangkat dari Jakarta pada tanggal 27 Juni 2026. Keberangkatan ini diawali dengan serangkaian kegiatan tur yang terstruktur.
Pada malam pertama kedatangan mereka di Korea Selatan, yaitu tanggal 28 Juni 2026, seluruh peserta tur diberikan waktu bebas setelah selesainya agenda kegiatan yang telah dijadwalkan.
"Rombongan berangkat dari Jakarta pada 27 Juni 2026," terang Wiky, Marketing Manager Berani Backpacker, "Pada malam pertama tur, atau 28 Juni 2026, seluruh peserta diberi waktu bebas setelah rangkaian tur selesai."
Diketahui bahwa Femas bergabung dalam sebuah program perjalanan wisata yang dikenal dengan nama "open trip Berani Backpacker", yang menawarkan fleksibilitas bagi para pesertanya.
Gyeongbokgung Palace sendiri memiliki sejarah panjang sebagai pusat kekuasaan kerajaan Joseon dan kini menjadi daya tarik utama bagi para pelancong yang ingin merasakan keindahan arsitektur tradisional Korea.
Dikutip dari berbagai sumber, istana ini tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga menjadi jendela untuk memahami sejarah dan budaya Korea Selatan.