JAKARTAHYPE.COM - Aktris ikonik asal Italia, Monica Bellucci, berhasil menyita perhatian publik dan media saat menghadiri perhelatan bergengsi Festival Film Cannes. Kehadirannya selalu menjadi sorotan utama, terutama mengingat statusnya sebagai salah satu ikon kecantikan dunia.
Momen ini menandai kembalinya Bellucci ke karpet merah Cannes setelah terakhir kali ia hadir pada tahun 2019 silam. Kehadiran aktris berusia 60-an ini disambut antusias oleh para penggemar dan awak media yang meliput acara tersebut.
Kedatangan Monica Bellucci ke festival tersebut juga terkait erat dengan proyek film terbarunya yang berjudul Histoires de la nuit. Film noir ini merupakan arahan dari sineas Prancis, Léa Mysius, yang turut memeriahkan festival.
Dalam proyek terbarunya ini, Monica Bellucci menunjukkan komitmen kuat untuk tampil realistis, mewakili potret fisik seorang wanita di usia enam puluhan tanpa upaya penyembunyian. Hal ini menjadi pernyataan kuat mengenai penerimaan diri di dunia hiburan.
Saat melangkah di karpet merah, Bellucci memilih busana rancangan rumah mode Fendi, khususnya dari koleksi Fall/Winter 2026-2027. Pakaian tersebut dirancang oleh desainer ternama, Maria Grazia Chiuri.
Busana yang dikenakan adalah gaun renda makramé yang dipercantik dengan motif floral yang elegan. Meskipun gaun tersebut memiliki potongan yang memperlihatkan bagian atas tubuh, Bellucci menyiasatinya dengan penggunaan pakaian dalam khusus.
Langkah pemilihan busana ini dianggap sangat cermat karena gaun aslinya saat ditampilkan di runway tampak menerawang atau transparan. Penyesuaian ini juga dilakukan untuk mematuhi regulasi ketat Festival Film Cannes mengenai busana.
Penampilan mantan istri Vincent Cassel tersebut menuai banyak pujian di media sosial karena dianggap sangat elegan, tertutup, dan menghormati aturan yang berlaku di festival tersebut. Pendekatan modenya dinilai berkelas tinggi.
Dikutip dari Wolipop, Monica Bellucci dipuji karena berhasil menerima proses penuaan secara alami dan anggun. Langkahnya ini memberikan dampak positif terhadap pandangan masyarakat mengenai citra tubuh yang alami.