JAKARTAHYPE.COM - Perbedaan pandangan mengenai masa depan perfilman epik berdurasi panjang mencuat antara sutradara kenamaan Christopher Nolan dan aktor Matt Damon. Pernyataan Damon yang merasa kesempatan membuat film berskala besar seperti "The Odyssey" adalah yang terakhir, memicu tanggapan berbeda dari Nolan.
Matt Damon, yang membintangi film terbaru Nolan, "The Odyssey", mengungkapkan pandangannya bahwa sumber daya untuk memproduksi film dengan skala dan metode seperti yang ia alami mungkin tidak akan bertahan lama. Ia merasa produksi film tersebut mengingatkannya pada awal kariernya di industri film.
"Saya tahu bahwa ini adalah kesempatan terakhir saya untuk melakukan sesuatu seperti ini," ujar Matt Damon, yang juga dikenal sebagai penulis skenario dan produser film.
Ia menambahkan, "Saya rasa orang-orang tidak akan diberi sumber daya untuk membuat film dengan cara itu untuk waktu yang lama."
Menanggapi pernyataan Damon yang dimuat dalam wawancara dengan The Telegraph, Christopher Nolan menyatakan ketidaksepakatannya. Nolan memahami sentimen Damon mengingat skala produksi film tersebut yang memang jarang ditemui saat ini.
"Karena memang terasa sudah lama sekali sejak seseorang membuat film seperti ini dengan cara seperti ini, di mana Anda berkeliling dunia, mengumpulkan ribuan pemain, dan sebagainya," kata Christopher Nolan, yang juga menjabat sebagai presiden Directors Guild of America.
Namun, Nolan menegaskan pandangannya yang berbeda, "Tapi ada aspek pesimistis dalam memandang dengan cara itu, yang tidak saya setujui. Saya pikir film itu vital dan esensial dan terus bertransformasi."
Nolan melihat optimisme dalam perkembangan medium film, dengan munculnya banyak talenta muda yang membawa perspektif baru. Ia menyoroti kesuksesan pembuat film Gen Z seperti Curry Barker, sutradara "Obsession", dan Kane Parsons, sutradara "Backrooms", sebagai bukti vitalitas medium ini.
Sutradara peraih penghargaan Oscar ini juga menolak anggapan bahwa rentang perhatian penonton muda tidak mampu menampung film epik berdurasi panjang. Ia mencontohkan "Backrooms" yang memiliki elemen misterius dan kontemplatif mirip karya David Lynch, namun tetap menarik perhatian penonton muda.