JAKARTAHYPE.COM - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengambil langkah strategis untuk memperkuat benteng integritas di kalangan ribuan pegawai barunya. Program Pembinaan Mental Nasional (Bintalnas) diluncurkan sebagai penegasan komitmen institusi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang bersih dari praktik korupsi.

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menekankan pentingnya moralitas pegawai dalam membentuk citra institusi. Menurutnya, sebagai regulator dan pelayan publik, citra BPOM lebih ditentukan oleh integritas para penggeraknya daripada kemegahan fasilitas kantor.

"Pagi ini kami melakukan pembinaan berhubungan dengan nilai BerAKHLAK. Salah satunya menanamkan integritas dan motivasi untuk melayani masyarakat," ujar Taruna Ikrar dalam konferensi pers yang digelar di Gedung BPOM pada Rabu, 15 Juli 2026.

Peran BPOM sangat krusial dalam mengawal keamanan produk, mulai dari tahap sebelum beredar di pasar, selama beredar, hingga penindakan hukum jika diperlukan. Institusi ini turut mengayomi ekosistem yang luas, melibatkan pemerintah, masyarakat, dan jutaan pelaku usaha industri.

Sebagai garda terdepan penjamin keamanan obat dan makanan, BPOM bertekad untuk menutup rapat setiap celah yang dapat membuka pintu gratifikasi. Komitmen ini menjadi prioritas utama dalam setiap lini operasional.

"Badan POM harus bebas dari korupsi, bebas dari gratifikasi, dan bebas dari suap-menyuap. Kita ingin menjadi lembaga yang kuat dalam pelayanan dan bersih melayani masyarakat," tegasnya.

Fokus utama pembinaan mental ini ditujukan kepada 1.294 pegawai baru yang direkrut pada tahun 2025. Jumlah tersebut terdiri dari 783 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sekitar 400-an Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ribuan aparatur muda ini diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan motor penggerak birokrasi yang bersih di lingkungan BPOM. Pimpinan tertinggi institusi ini telah menyatakan sikap tegas untuk tidak mentolerir praktik-praktik yang menyimpang.

"Saya bertekad dengan janji kepada Tuhan Yang Maha Kuasa di hadapan Presiden, memastikan Badan POM adalah lembaga yang bersih," ucap Taruna Ikrar.