JAKARTAHYPE.COM - Kisah memilukan datang dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang menyoroti perjuangan seorang pemuda dalam menghadapi penyakit serius. Sosok yang dimaksud adalah Edi Utomo, yang kini baru berusia 26 tahun, namun harus hidup dengan diagnosis gagal ginjal kronis stadium 5.

Kondisi kesehatan yang mendadak memburuk ini memaksa Edi untuk menjalani rutinitas pengobatan yang sangat berat. Ia kini harus rutin menjalani prosedur hemodialisis atau yang lebih dikenal dengan istilah cuci darah.

Prosedur cuci darah ini merupakan terapi penyelamat nyawa yang harus dilakukan Edi secara teratur demi menjaga fungsi tubuhnya tetap berjalan. Intensitas pengobatan ini cukup tinggi, mengingat kondisi kesehatannya yang kritis.

Edi Utomo diwajibkan menjalani terapi hemodialisis ini sebanyak dua kali dalam setiap minggunya, sesuai dengan anjuran tim medis. Hal ini menunjukkan betapa parahnya kerusakan fungsi ginjal yang telah dialaminya saat ini.

Perjalanan penyakit Edi ini tercatat sudah dimulai sejak kali pertama ia didiagnosis mengalami gagal ginjal kronis. Diagnosis tersebut ditetapkan pada tahun 2019 lalu, menandai awal perjuangannya melawan penyakit tersebut.

Sejak saat itu, Edi telah melalui proses cuci darah yang sangat intensif dan menyita waktu serta tenaganya. Ia memperkirakan jumlah sesi cuci darah yang telah ia jalani mendekati angka 700 kali selama kurun waktu beberapa tahun terakhir.

Angka akumulatif 700 kali cuci darah ini menjadi indikator nyata betapa seriusnya perjalanan kesehatan yang harus ditempuh oleh pemuda asal Tuban tersebut. Kondisi ini menjadi pengingat akan kerapuhan kesehatan manusia.

"Kisah memilukan datang dari Tuban, Jawa Timur, di mana seorang pemuda bernama Edi Utomo (26) harus menghadapi kenyataan pahit mengidap gagal ginjal kronis stadium 5," Dikutip dari MEDIAKOMPETEN.CO.ID.

Lebih lanjut, kondisi medis yang dialami Edi Utomo saat ini mengharuskan ia secara rutin menjalani terapi penyelamat nyawa tersebut. "Kondisi gagal ginjal yang dideritanya kini memaksa Edi Utomo untuk menjalani terapi hemodialisis atau cuci darah," Dikutip dari MEDIAKOMPETEN.CO.ID.