JAKARTAHYPE.COM - Pertandingan krusial dalam perebutan gelar juara Proliga 2026 sektor putri telah dimulai dengan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia harus mengakui keunggulan lawan. Mereka menghadapi Jakarta Pertamina Enduro (JPE) dalam gim pertama Grand Final yang berlangsung di GOR Amongrogo, Kota Yogyakarta.

Duel penentuan ini terselenggara pada Jumat malam, 24 April, di mana JPE berhasil meraih kemenangan perdana atas tim besutan Alessandro Lodi tersebut. Kekalahan ini tentu menjadi pukulan telak bagi ambisi Gresik Phonska untuk mengamankan gelar juara musim ini.

Pasca pertandingan, Pelatih Gresik Phonska, Alessandro Lodi, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya atas hasil yang diraih timnya. Ia mengakui bahwa tim lawan tampil jauh lebih superior pada laga pembuka final tersebut.

"Ya, tentu sangat mengecewakan. Mereka baru saja menghancurkan kami," ujar Alessandro Lodi, mengungkapkan betapa beratnya kekalahan tersebut.

Lodi menambahkan bahwa performa JPE malam itu memang berada di level yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertandingan-pertandingan sebelumnya yang pernah mereka hadapi. Hal ini menjadi pembeda signifikan dalam jalannya laga Grand Final.

"Dan kita tidak menunjukkan cukup baik hari ini," sambungnya, menggarisbawahi bahwa performa timnya di bawah standar yang diharapkan.

Bahkan, Lodi sempat menilai bahwa Gresik Phonska belum pantas untuk berada di panggung duel perebutan gelar juara berdasarkan penampilan yang mereka tunjukkan. Ia menyoroti masalah kontrol emosi yang muncul dari beberapa penggawa timnya.

"Ada beberapa pemain yang menunjukkan marahnya, rasa kecewa di sepanjang pertandingan. Rasa marah, sedih dan kecewa, ya kalau kalian melakukan itu, kalian pulang," ujar Lodi tegas mengenai pentingnya pengendalian diri di lapangan.

Menghadapi jadwal yang padat, Lodi menyatakan bahwa fokus timnya kini adalah pemulihan fisik dan mental. Tidak ada banyak waktu tersisa untuk melakukan evaluasi mendalam sebelum laga penentuan berikutnya digelar.