JAKARTA, JakartaHype.com – Sebanyak 81% pekerja di Indonesia menyatakan bahwa gaji yang mereka terima saat ini dirasa wajar atau layak. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai yang tertinggi di kawasan Asia Pasifik berdasarkan laporan eksklusif terbaru bertajuk "Salary Pulse" dari Jobstreet by SEEK.

Laporan tersebut, yang dirilis hari ini, memberikan pandangan mendalam mengenai persepsi pekerja Indonesia terhadap kompensasi, kewajaran gaji, dan proses negosiasi bayaran. Survei daring ini dilakukan pada Februari 2026 terhadap 1.010 profesional di Indonesia berusia 18 hingga 64 tahun, bekerja sama dengan lembaga riset Nature.

Meskipun mayoritas merasa digaji secara layak (81%), terdapat perbedaan signifikan dengan tingkat kepuasan riil, di mana hanya 66% responden yang benar-benar puas dengan nominal gaji mereka. Hal ini mengindikasikan bahwa standar "gaji layak" tidak selalu setara dengan "gaji yang memuaskan" bagi pekerja.

Kepuasan Gaji Dorong Motivasi dan Retensi

Kepuasan finansial memiliki korelasi langsung terhadap performa kerja. Pekerja di Indonesia yang merasa bahagia dengan bayarannya dilaporkan 1,7 kali lebih termotivasi dan bersedia memberikan usaha ekstra di tempat kerja.

Sebaliknya, ketidakpuasan gaji menjadi pemicu utama keinginan untuk berpindah. Karyawan yang tidak puas dengan gaji memiliki kemungkinan 2,2 kali lipat lebih besar untuk mempertimbangkan mencari peluang kerja baru.

Dalam konteks kompromi demi gaji lebih tinggi, pekerja Indonesia menunjukkan batas yang jelas. Hampir sepertiga responden (29%) bersedia bekerja on call di luar jam kerja atau pindah kota/negara demi kenaikan gaji 10%. Namun, mereka sangat menjunjung tinggi nilai-nilai pribadi; hanya 3% yang bersedia menerima kenaikan gaji serupa dengan bekerja di lingkungan perusahaan yang toksik, dan 6% bersedia jika nilai perusahaan tidak sejalan dengan nilai pribadi mereka.

Dinamika Negosiasi dan Kenaikan Gaji

Pekerja Indonesia tergolong paling percaya diri dalam hal negosiasi gaji di kawasan Asia Pasifik. Lebih dari separuh responden merasa nyaman meminta kenaikan gaji, dengan 64% pernah mengambil inisiatif mengajukan permintaan tersebut. Upaya proaktif ini terbukti efektif, karena 83% karyawan yang meminta kenaikan gaji berhasil mendapatkannya.