JAKARTAHYPE.COM - Bagi individu yang berupaya menurunkan berat badan, fokus utama seringkali tertuju pada pemilihan makanan. Namun, para ahli mengingatkan bahwa waktu makan memainkan peran krusial dalam mendukung keberhasilan diet, selain pengaturan defisit kalori.

Pertanyaan mendasar adalah kapan waktu terbaik untuk menyantap hidangan agar proses penurunan berat badan berjalan lebih optimal. Hal ini menjadi perhatian para ahli gizi untuk memberikan panduan yang tepat.

Ahli gizi Kathleen Garcia-Benson menekankan pentingnya konsistensi dalam rutinitas makan. "Tubuh akan merespons lebih baik terhadap rutinitas yang sesuai dengan gaya hidup masing-masing orang," ujarnya.

Meskipun demikian, Garcia-Benson menambahkan bahwa memilih waktu yang tepat untuk setiap sesi makan tetap dapat berkontribusi pada pencapaian target penurunan berat badan.

Ahli gizi Vanessa Imus merekomendasikan jadwal sarapan dalam dua jam pertama setelah bangun tidur. "Selesai berpuasa semalaman, tubuh membutuhkan protein dan berbagai zat gizi sebagai sumber energi sekaligus untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari," jelasnya.

"Sarapan lebih awal dapat membantu mencegah makan berlebihan di kemudian hari, menjaga energi tetap stabil, serta membuat nafsu makan lebih terkendali sepanjang hari," kata Garcia-Benson, menekankan manfaat sarapan untuk mengendalikan rasa lapar.

Untuk makan siang, fokusnya bukan pada jam spesifik, melainkan menjaga jeda waktu antarwaktu makan. Imus menyarankan agar makan siang dilakukan sekitar tiga hingga lima jam setelah sarapan.

Jika jeda waktu mendekati lima jam, mengonsumsi camilan sehat di antaranya dapat menjadi solusi. "Dengan begitu, seseorang tidak akan duduk untuk makan siang dalam kondisi sangat lapar," ujar Imus.

Garcia-Benson menambahkan, makan siang pada waktu yang wajar membantu mencegah penurunan energi di sore hari dan mengurangi kebiasaan ngemil karena emosi.