Jakarta, JakartaHype.com - Meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan jangka panjang sering kali diikuti dengan penyebaran informasi yang tidak sepenuhnya akurat. 

Menanggapi fenomena tersebut, para edukator diabetes bersertifikat memberikan klarifikasi medis terhadap sejumlah mitos yang kerap menghantui penderita diabetes maupun individu yang sedang menjaga pola hidup sehat.

Melansir laporan Eating Well (5/4/2026), berikut adalah bedah fakta atas empat mitos populer terkait pengelolaan gula darah:

Fakta di Balik Konsumsi Buah dan Karbohidrat

Selama ini, buah sering dianggap berbahaya karena kandungan gulanya. Namun, pakar diet Kaitlin Hippley menegaskan bahwa buah utuh adalah sumber serat dan antioksidan yang krusial. Serat tersebut justru berfungsi memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah. 

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah segar secara teratur bahkan berkontribusi pada penurunan kadar gula darah puasa.

Senada dengan hal itu, Erin Palinski-Wade membantah anggapan bahwa diet harus benar-benar bebas karbohidrat. Menurutnya, kunci utamanya bukan pada penghapusan karbohidrat, melainkan pada pemilihan karbohidrat kompleks (seperti biji-bijian utuh) dan pengaturan porsi yang merata sepanjang hari untuk menghindari lonjakan glukosa yang drastis.

Waspada Strategi Pemasaran "Bebas Gula"

Salah satu poin penting yang disoroti adalah penggunaan label "sugar-free" pada produk kemasan. Para pakar memperingatkan bahwa label tersebut tidak selalu berarti aman bagi gula darah.