JAKARTAHYPE.COM - Program strategis pemerintah terkait pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) saat ini tengah menjadi perhatian serius dari kalangan akademisi. Program yang bertujuan baik ini dinilai belum mampu mencapai tingkat efektivitas yang diharapkan oleh masyarakat luas.
Salah satu persoalan fundamental yang diangkat terkait pelaksanaan program ini adalah masalah distribusi yang dinilai belum berjalan efisien. Distribusi yang kurang tepat sasaran menyebabkan bantuan belum sampai optimal kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkannya.
Sorotan kritis ini disampaikan oleh seorang pakar terkemuka di bidang ekonomi syariah. Narasumber tersebut merupakan Dosen Departemen Ilmu Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University.
Pakar tersebut telah mengidentifikasi adanya sejumlah hambatan signifikan yang muncul dalam implementasi lapangan program MBG yang tengah berlangsung saat ini. Hambatan ini perlu segera diatasi demi tercapainya tujuan program.
Beliau secara spesifik menyoroti bahwa terdapat ketidaktepatan dalam penargetan penerima manfaat program MBG. Hal ini menyebabkan alokasi sumber daya menjadi kurang optimal dan berdampak pada efisiensi anggaran negara.
"Adanya isu utama yang diangkat adalah masalah distribusi yang dinilai belum efisien dan belum sampai kepada kelompok sasaran yang paling membutuhkan," ujar pakar tersebut.
Untuk mengatasi persoalan distribusi dan penargetan ini, sang akademisi telah mengajukan solusi konkret yang berorientasi pada data. Solusi ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi penyaluran bantuan makanan bergizi tersebut.
Solusi yang diusulkan adalah memanfaatkan basis data yang sudah ada untuk memverifikasi kelayakan penerima. Hal ini mencakup penggunaan data dari Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebagai acuan utama.
"Pakar di bidang ekonomi syariah, yakni Dosen Departemen Ilmu Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, mengidentifikasi adanya hambatan signifikan dalam implementasi lapangan program MBG yang sedang berjalan," demikian disampaikan oleh sumber terpercaya.