JAKARTA, JakartaHype.com - Lembaga advokasi NAACP resmi melayangkan gugatan hukum terhadap xAI, startup kecerdasan buatan milik Elon Musk, serta anak perusahaannya, MZX Tech. Gugatan ini dipicu oleh dugaan pengoperasian turbin gas metana tanpa izin untuk memasok daya di pusat data Colossus 2 yang berlokasi di South Memphis.
Dalam dokumen yang diajukan ke Pengadilan Distrik Federal di Mississippi Utara, NAACP meminta pengadilan untuk menyatakan bahwa perusahaan telah melanggar Undang-Undang Udara Bersih (Clean Air Act). Selain menuntut penghentian penggunaan turbin ilegal tersebut, NAACP juga mendesak pengenaan denda finansial terhadap xAI atas pelanggaran hukum federal.
Gugatan tersebut mengklaim bahwa xAI mengoperasikan 27 turbin gas tanpa izin emisi udara guna mendukung operasional Colossus 2. Fasilitas ini merupakan bagian dari jaringan pusat data yang dibangun xAI untuk melatih Grok, asisten kecerdasan buatan (AI) milik mereka. Secara teknis, turbin gas melepaskan polutan, bahan kimia berbahaya, dan partikel halus yang berkaitan erat dengan penyakit jantung, gangguan pernapasan, hingga risiko kanker. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat lokasi pusat data yang berada sangat dekat dengan pemukiman warga.
NAACP, yang diwakili oleh Southern Environmental Law Center dan Earthjustice, menyatakan bahwa langkah hukum ini diambil setelah xAI mengabaikan pemberitahuan niat menggugat (notice of intent to sue) yang telah dikirimkan 60 hari sebelumnya sesuai prosedur Clean Air Act.
"Operasi turbin tanpa izin dan tanpa kontrol polusi yang memadai oleh xAI bukan hanya tindakan ilegal, tetapi juga penghinaan bagi keluarga di sekitar lokasi yang telah menyuarakan kekhawatiran atas dampak polusi terhadap kesehatan mereka," ujar Ben Grillot, Pengacara Senior di Southern Environmental Law Center sebagaimana dikutip dari Engadget pada Rabu (15/4/2026). Ia menegaskan bahwa xAI harus bertanggung jawab atas tindakan yang dinilai ceroboh dan melanggar hukum tersebut.
Fenomena ini menyoroti tantangan besar bagi perusahaan teknologi dalam memenuhi kebutuhan energi pusat data AI yang sangat masif. Selain xAI, Oracle dilaporkan mulai beralih ke generator gas. Sementara itu, perusahaan besar lainnya seperti Google, Meta, dan Amazon memilih untuk berinvestasi pada penyedia energi nuklir guna mendukung infrastruktur AI mereka.
Di sisi lain, kebijakan pemerintah turut memengaruhi dinamika ini. Dalam proposal kerangka kerja AI terbaru, pemerintahan Presiden Donald Trump cenderung mendorong penyederhanaan proses perizinan untuk generator energi di lokasi pusat data, namun dinilai masih kurang memperhatikan dampak lingkungan negatif yang mungkin timbul bagi masyarakat setempat.