JAKARTAHYPE.COM - Motorola, merek yang pernah menguasai pasar ponsel lipat dunia melalui ponsel ikonik RAZR V3 di awal milenium, kini menunjukkan sinyal kebangkitan yang signifikan. Kejayaan masa lalu tersebut sempat meredup akibat ketatnya persaingan dan evolusi teknologi ponsel.
Saat ini, pasar ponsel lipat generasi baru didominasi oleh Samsung, yang menawarkan inovasi layar fleksibel yang berbeda jauh dari konsep lipat konvensional yang dulu diusung Motorola. Namun, dinamika pasar tersebut kini mulai bergeser.
Secara perlahan, Motorola mulai memantapkan posisinya kembali di kancah ponsel lipat, terutama menjelang rencana peluncuran perangkat terbarunya, Razr Fold. Perusahaan ini dilaporkan telah berhasil mendominasi pasar ponsel lipat di wilayah strategis seperti Amerika Serikat (AS) dan Amerika Latin.
Menurut data dari lembaga riset pasar, Motorola berhasil mengantongi pangsa pasar sebesar 50% untuk segmen ponsel lipat di Amerika Serikat. Capaian ini menempatkan mereka di atas kompetitor yang sudah lebih dulu hadir, termasuk raksasa seperti Samsung dan Google.
"Motorola mengantongi 50% pasar ponsel lipat di AS," sebagaimana dikutip dari 9to5Google, Jumat (3/4/2026).
Kinerja positif Motorola tidak hanya terlihat di pasar Amerika Utara saja. Laporan yang sama menunjukkan bahwa merek tersebut berhasil menguasai 55% pangsa pasar ponsel lipat di Amerika Latin.
Sementara itu, di pasar Eropa, Motorola juga mencatatkan kehadiran dengan menguasai 13% pangsa pasar ponsel lipat secara keseluruhan. Secara global, total pangsa pasar HP lipat Motorola mencapai angka 14%.
"Sementara secara keseluruhan Motorola memiliki pangsa pasar HP lipat total 14%," dikutip dari 9to5Google, Jumat (3/4/2026).
Meskipun menunjukkan performa yang mengesankan, Motorola tetap menghadapi tantangan serius dari para pesaing lama dan pendatang baru. Salah satunya adalah Apple yang dikabarkan akan segera merilis ponsel lipat pertamanya dalam waktu dekat.