JAKARTAHYPE.COM - Kunjungan kenegaraan Raja Thailand Maha Vajiralongkorn ke Prancis baru-baru ini menarik perhatian dunia, khususnya setelah pertemuan bilateral dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris. Meskipun pertemuan tersebut penting bagi hubungan diplomatik, momen tak terduga yang melibatkan Putri Sirivannavari justru menjadi pusat pemberitaan.

Raja Thailand, didampingi oleh Ratu Suthida, memenuhi undangan jamuan resmi yang diselenggarakan oleh Presiden Prancis dan Ibu Negara Brigitte Macron. Putri Sirivannavari, anak Raja dari mantan permaisuri Sujarinee Vivacharawongse, turut serta dalam delegasi resmi tersebut.

Perjalanan ke Paris ini memiliki makna penting karena menjadi kunjungan resmi pertama Raja Rama X ke luar negeri setelah masa berkabung atas wafatnya Putri Soamsawali, putri sulungnya dari pernikahan pertama, pada awal Juni lalu. Lawatan ini juga menandai perayaan 170 tahun hubungan diplomatik antara Prancis dan Thailand.

Setibanya di lokasi, rombongan Kerajaan Thailand disambut dengan upacara penyambutan resmi, termasuk penelusuran karpet merah yang membentang luas dari halaman hingga pintu masuk Istana Élysée. Raja dan Ratu berjalan berdampingan dengan tuan rumah, sementara Putri Sirivannavari mengikuti di belakang mereka.

Namun, perhatian publik dan media teralih ketika Putri Sirivannavari tiba-tiba menghentikan langkahnya sejenak untuk berpose di hadapan para fotografer yang meliput acara tersebut. Momen spontan ini dianggap menarik perhatian karena sedikit menyimpang dari protokol kerajaan Thailand yang dikenal sangat ketat.

Menurut informasi yang beredar, "kejadian spontan itu memang melanggar protokoler kerajaan yang terbilang ketat," namun di sisi lain, tindakan tersebut juga menunjukkan bahwa pewaris utama takhta Kerajaan Thailand itu tampak nyaman saat berinteraksi di hadapan publik.

Putri Sirivannavari, yang dikenal memiliki minat mendalam di bidang fesyen dan juga merupakan seorang atlet berkuda, memanfaatkan kesempatan ini untuk memamerkan warisan budaya Thailand melalui busana yang dikenakannya. Perempuan berusia 29 tahun tersebut mengenakan busana Thai Dusit, salah satu dari delapan model pakaian nasional Thailand.

Pakaian tersebut dirancang secara khusus oleh desainer lokal Theeraphan Wannarat dari Tirapan Atelier, menampilkan kain tenun sutra yang merupakan salah satu tekstil unggulan dari Negeri Gajah Putih. Hal ini sejalan dengan agenda budaya Raja Rama X di Paris yang juga mencakup kunjungan ke pameran fesyen.

Agenda penting lainnya dalam kunjungan tersebut adalah peninjauan Raja Rama X terhadap pameran 'La Mode en Majesté - Royal Thai Dress: From Tradition to Modernity' di Musée des Arts Décoratifs. Pameran yang berlangsung hingga 1 November 2026 ini memamerkan koleksi busana mendiang Ratu Sirikit dan mempromosikan keragaman kain tradisional Thailand.