JAKARTAHYPE.COM - Sebuah video penampakan satwa liar jenis macan yang sempat menghebohkan publik dan dikaitkan dengan wilayah Hutan Cangar, Malang, kini telah mendapatkan klarifikasi mengenai lokasi pengambilan gambarnya. Informasi yang beredar luas sebelumnya mengenai keberadaan satwa tersebut di Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo dipastikan tidak akurat.

Teka-teki mengenai keaslian lokasi video tersebut akhirnya menemukan titik terang setelah adanya konfirmasi dari pihak yang kompeten di bidang konservasi dan fotografi alam. Hal ini penting untuk mencegah misinformasi mengenai sebaran habitat satwa dilindungi di Jawa Timur.

Pihak yang memberikan klarifikasi tegas mengenai hal ini adalah seorang fotografer alam liar profesional bernama Rendra Kurnia. Beliau melakukan penelusuran dan verifikasi terhadap video yang telah beredar luas di berbagai platform media sosial beberapa waktu belakangan ini.

Rendra Kurnia secara spesifik menyatakan bahwa video yang narasi awalnya menyebutkan lokasi di Tahura Cangar adalah keliru. Ia menegaskan bahwa rekaman tersebut memiliki latar belakang geografis yang berbeda dari yang diyakini publik selama ini.

"Video macan yang dinarasikan muncul di hutan Cangar itu ternyata tidak benar. Penampakan macan itu direkam pengunjung di hutan Baluran," ujar Rendra Kurnia, mengakhiri spekulasi yang telah berlangsung.

Lebih lanjut, Rendra Kurnia menjelaskan secara rinci mengenai tempat asli di mana rekaman satwa langka tersebut diabadikan. Lokasi sebenarnya berada dalam kawasan konservasi yang berbeda dan memiliki ekosistem yang khas.

"Video itu tidak diambil di wilayah Tahura Cangar, melainkan di kawasan hutan Taman Nasional Baluran, Situbondo," kata Rendra Kurnia, memberikan lokasi yang sebenarnya dari rekaman viral tersebut.

Konfirmasi ini juga mencakup kerangka waktu pengambilan gambar yang terjadi pada tahun yang relatif baru, bukan merupakan kejadian lama yang diunggah kembali dengan narasi yang salah. Rendra Kurnia memastikan bahwa pengambilan video tersebut terjadi pada tahun 2024 silam.

Dikutip dari berbagai sumber berita yang mengonfirmasi klarifikasi ini, publik kini mendapatkan pemahaman yang benar mengenai sebaran wilayah konservasi satwa liar di Jawa Timur. Informasi akurat sangat krusial dalam upaya menjaga habitat dan kesadaran konservasi.