JAKARTAHYPE.COM - Sebuah fenomena alam yang tidak biasa terjadi di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), beberapa waktu lalu, yakni munculnya suara gemuruh yang diduga berasal dari bawah permukaan tanah. Kejadian ini sontak menimbulkan kebingungan dan kegelisahan di kalangan masyarakat setempat.
Peristiwa mengejutkan ini dilaporkan terjadi di wilayah Lorong 8, Madidir Ure, Kecamatan Madidir. Pihak pemerintah daerah segera merespons laporan warga mengenai getaran dan suara aneh yang terdengar dari kedalaman bumi.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bitung membenarkan telah menerima informasi resmi mengenai adanya suara gemuruh misterius tersebut. Mereka segera mengambil langkah antisipatif setelah laporan masuk.
Kepala Dinas Kominfo Bitung, Altin Abraham Tumengko, mengonfirmasi kebenaran adanya laporan yang masuk tersebut. "Benar ada laporan kejadian suara gemuruh misterius dari dalam tanah," ujar Altin Abraham Tumengko, Dikutip dari Detik.com, Senin (27/4/2026).
Menindaklanjuti keresahan warga, otoritas terkait segera bergerak cepat untuk melakukan pemeriksaan lapangan. Tim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah diturunkan langsung ke lokasi kejadian.
Pengecekan mendalam ini dilakukan secara kolaboratif antara BMKG dengan Pemerintah Kota Bitung. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi sumber pasti dari suara gemuruh yang mengganggu ketenangan warga.
Altin Abraham Tumengko menjelaskan posisi pemerintah daerah saat ini sambil menunggu hasil investigasi dari BMKG. "Tim dari BMKG telah turun ke lokasi bersama Pemerintah Kota Bitung untuk mengecek kejadian tersebut," ujarnya.
Lebih lanjut, Altin menambahkan bahwa proses penyelidikan mendalam oleh BMKG kemungkinan besar memerlukan dukungan teknis yang lebih spesifik. Hal ini dilakukan untuk memastikan keakuratan temuan di lapangan.
Pihak Diskominfo menyatakan bahwa langkah-langkah lanjutan akan ditentukan berdasarkan rekomendasi dari tim ahli BMKG. "Ada langkah-langkah lanjutan yang akan dilakukan dari BMKG semisal membutuhkan alat yang lebih canggih untuk memastikan kejadian tersebut," papar Altin.