JAKARTAHYPE.COM - Sebuah insiden penerbangan yang mengkhawatirkan terjadi pada Selasa (7/7) ketika sebuah pesawat kargo jenis Boeing 737 dilaporkan hilang kontak dengan menara kendali. Kejadian ini memicu operasi pencarian besar-besaran yang dipimpin oleh otoritas penerbangan Pakistan.

Menurut informasi awal yang disampaikan oleh otoritas penerbangan Pakistan, pesawat nahas tersebut membawa total lima orang kru saat lepas landas. Hingga saat ini, nasib kelima kru tersebut masih belum diketahui secara pasti.

Sebelum kontak terputus, pesawat kargo tersebut sempat melaporkan adanya kendala teknis yang signifikan. Gangguan tersebut spesifik mengenai sistem navigasi pesawat saat sedang dalam rute penerbangan menuju Karachi, Pakistan.

Data awal menunjukkan bahwa pesawat kargo yang hilang tersebut merupakan unit yang sudah cukup berumur, yakni berusia 27 tahun. Pesawat ini diketahui dioperasikan oleh maskapai K2 Airways dan memulai perjalanannya dari Sharjah.

Berdasarkan analisis data dari Flightradar24 yang telah berhasil dihimpun, terdapat indikasi kuat bahwa pesawat tersebut mengalami kecelakaan dan jatuh di wilayah perairan sebelah barat daya Karachi. Hal ini diperkuat oleh pola penerbangan yang tidak stabil sebelumnya.

Sebelum akhirnya hilang dari radar, pesawat dilaporkan menunjukkan pola pergerakan yang tidak biasa, termasuk beberapa kali mengalami perubahan ketinggian secara tiba-tiba. Perubahan drastis ini mengindikasikan adanya masalah serius yang dihadapi awak pesawat.

Menanggapi situasi darurat ini, otoritas Pakistan segera mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan (SAR). Misi pencarian difokuskan pada beberapa titik di kawasan perairan yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat tersebut.

Pihak maskapai, K2 Airways, telah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai perkembangan situasi ini. Perusahaan tersebut menyatakan komitmen penuh untuk mendukung upaya pencarian yang sedang berlangsung.

"Kami terus berdoa dengan sungguh-sungguh untuk keselamatan rekan-rekan kami," kata K2 Airways seperti dikutip AFP.