JAKARTAHYPE.COM - Kasus kematian pendiri merek fesyen ternama Mango, Isak Andic, yang terjadi pada akhir tahun 2024, kini memasuki babak baru yang mengejutkan publik. Sebelumnya, kematian Isak Andic dikabarkan terjadi akibat kecelakaan saat mendaki.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa kepolisian telah menahan Jonathan Andic, putra dari mendiang Isak Andic, terkait dengan peristiwa tragis tersebut. Penangkapan ini dikonfirmasi oleh Mossos d'Esquadra, otoritas kepolisian di wilayah Catalonia, Spanyol.

Jonathan Andic sendiri memiliki posisi penting dalam perusahaan warisan ayahnya, menjabat sebagai wakil ketua dewan direksi Mango. Penangkapan terhadapnya dilakukan pada hari Selasa, 20 Mei 2026.

Isak Andic menghembuskan napas terakhir pada Desember 2024 dalam usia 71 tahun. Kematiannya saat itu diduga kuat karena terpeleset ke jurang sedalam 97 meter saat melakukan kegiatan pendakian bersama putranya di area dekat Barcelona.

Pada tahap awal investigasi, pihak kepolisian sempat menganggap insiden tersebut murni sebagai sebuah kecelakaan alamiah. Bahkan, kasus ini sempat dinyatakan selesai dan ditutup pada awal tahun 2025 karena tidak ditemukan unsur pidana.

Namun, situasi berubah pada Maret 2025 ketika kasus tersebut dibuka kembali setelah ditemukan adanya perkembangan signifikan baru dalam proses penyelidikan yang dilakukan. Perkembangan ini mengubah status kasus dari kecelakaan menjadi potensi tindak kriminal.

Jonathan Andic tercatat sebagai satu-satunya saksi mata yang berada di lokasi kejadian bersama ayahnya saat insiden tersebut terjadi. Kini, Pengadilan Tinggi Barcelona secara resmi menyatakan bahwa kasus ini sedang diselidiki dengan tuduhan dugaan pembunuhan.

Jonathan Andic telah menjalani proses persidangan di mana hakim menetapkan uang jaminan sebesar 1 juta euro, yang setara dengan sekitar Rp18 miliar, untuk pembebasan sementara. Dikutip dari Reuters, pihak keluarga Andic telah menyatakan keyakinan mereka terhadap ketidakbersalahan Jonathan.

"Pihak keluarga Andic melalui pernyataan kepada Reuters mengatakan mereka yakin Jonathan tidak bersalah," ujar perwakilan keluarga.