JAKARTAHYPE.COM - Viralitas rekaman video mengenai penampakan benda bercahaya di cakrawala Bali beberapa waktu lalu telah menyita perhatian publik luas. Fenomena langit ini memicu berbagai spekulasi di kalangan masyarakat yang menyaksikannya.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) segera turun tangan untuk memberikan klarifikasi resmi mengenai visual yang sempat menghebohkan tersebut. Pihak BRIN berupaya meluruskan informasi yang beredar di berbagai platform media sosial.

Peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin, menjadi juru bicara yang memberikan keterangan resmi terkait objek misterius yang terlihat di wilayah udara Bali. Ia mengidentifikasi sumber pasti dari cahaya yang sempat membuat publik bertanya-tanya.

Thomas Djamaluddin memastikan bahwa cahaya yang melintas di atas Denpasar, Gianyar, dan Badung adalah bagian dari operasional peluncuran roket milik Republik Rakyat China. Roket yang dimaksud memiliki nama Smart Dragon-3 atau dikenal juga sebagai Jielong-3.

"Itu peluncuran roket China Smart Dragon-3 atau Jielong-3 pada 11 April 2026 pukul 18.32 WIB," ujarnya mengutip Detik, Minggu (12/4/2026).

Lebih lanjut, Thomas menjelaskan detail teknis mengenai lokasi peluncuran roket tersebut di daratan China. Roket itu diluncurkan menggunakan sistem peluncuran laut yang berada di Pantai Yangjiang, Provinsi Guangdong, China.

Thomas menegaskan bahwa lintasan yang diambil oleh roket tersebut memang dirancang untuk melewati wilayah udara Indonesia. Hal ini sesuai dengan perhitungan jalur penerbangan objek luar angkasa tersebut.

"Jielong adalah roket berbahan bakar padat yang meluncur sampai ketinggian 500 kilometer," tuturnya.

Ia juga memberikan penjelasan mengenai visual dramatis yang terlihat oleh warga Bali, khususnya mengenai jejak asap yang menyertainya. Jejak tersebut merupakan hasil dari pembakaran propelan roket.