JAKARTAHYPE.COM - Pertandingan final Piala FA antara Chelsea melawan Manchester City di Stadion Wembley pada Sabtu mendatang menjadi momen yang sangat emosional bagi Trevoh Chalobah. Laga ini bukan sekadar perebutan trofi, melainkan kesempatan bagi Chalobah untuk mengukir sejarah baru bersama klub yang telah membesarkannya.

The Blues akan menghadapi tantangan besar dari City di bawah lengkungan megah Wembley dalam final ke-17 mereka di kompetisi domestik tertua di dunia tersebut. Chalobah, sebagai lulusan akademi Chelsea, menyadari sepenuhnya betapa berat ujian yang menanti timnya di tengah performa musim yang kurang konsisten.

"Final ini sangat berarti bagi kami. Kami telah mengalami pasang surut di Wembley dalam beberapa tahun terakhir, dan kemenangan ini akan sangat bermakna bagi para pemain serta penggemar. Kami sangat ingin memenangkan laga ini," ujar Trevoh Chalobah.

Dikutip dari Official Site Chelsea, sang bek menekankan bahwa seluruh anggota tim harus memberikan performa maksimal demi membawa pulang piala ke Stamford Bridge. Baginya, memenangkan trofi adalah cara terbaik untuk menutup musim yang penuh dinamika ini dengan catatan manis.

"Inilah saatnya bagi kami untuk bekerja keras dan memberikan segalanya. Meskipun musim ini tidak berjalan sesuai keinginan, kami memiliki peluang besar untuk meraih trofi. Memenangkan tiga piala dalam dua tahun akan menjadi pencapaian yang luar biasa," kata Chalobah.

Kaitan emosional Chalobah dengan Piala FA sudah terbangun sejak ia bergabung dengan Chelsea di usia delapan tahun. Ia memiliki kenangan indah pada musim 2017/18, saat ia secara mendadak dipanggil ke skuad utama untuk laga final melawan Manchester United akibat cederanya Andreas Christensen.

"Itu adalah hari yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Ketika diberitahu bahwa saya akan menjadi bagian dari skuad, rasanya sungguh luar biasa bagi saya dan keluarga. Awalnya saya pikir hanya akan menonton dari tribun, ternyata justru berada di bangku cadangan," jelas Chalobah.

Kenangan berjalan keluar menuju lapangan Wembley untuk pemanasan pertama kalinya masih terekam jelas di ingatan pemain internasional Inggris tersebut. Meski masih sangat muda saat itu, Chalobah merasa siap karena telah berlatih secara rutin bersama tim utama di paruh kedua musim.

"Melihat nama saya tercantum dalam daftar skuad pertandingan adalah perasaan yang luar biasa. Berjalan keluar untuk pemanasan di Wembley terasa seperti sebuah mimpi yang menjadi kenyataan," ungkap Chalobah.