JAKARTAHYPE.COM - Penelitian inovatif dari Inggris mengindikasikan bahwa mengalami mimpi buruk secara rutin mungkin lebih dari sekadar gangguan tidur biasa. Temuan ini menyoroti adanya potensi hubungan antara frekuensi mimpi buruk dengan penuaan biologis yang lebih cepat dan peningkatan risiko kematian dini.
Para ilmuwan dari UK Dementia Research Institute dan Imperial College London memimpin studi ini dengan menganalisis data komprehensif dari 183.012 orang dewasa dan 2.429 anak-anak. Data tersebut dikumpulkan dari enam penelitian kesehatan jangka panjang yang mencakup rentang usia yang luas.
Pada awal periode pengamatan, peserta dewasa diminta untuk melaporkan seberapa sering mereka mengalami mimpi buruk. Para peneliti kemudian memantau kondisi kesehatan mereka selama periode hingga 19 tahun untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut.
Untuk anak-anak, informasi mengenai frekuensi mimpi buruk diperoleh dari laporan orang tua mereka. Hal ini memberikan gambaran yang lebih luas mengenai prevalensi fenomena ini di berbagai kelompok usia.
Dalam upaya mengukur penuaan biologis, para peneliti pada anak-anak melakukan pengukuran panjang telomer. Telomer, yang merupakan pelindung ujung kromosom, dapat memberikan indikasi mengenai laju penuaan sel dalam tubuh.
Sementara itu, pada kelompok orang dewasa, pengukuran panjang telomer dilengkapi dengan penggunaan epigenetic clocks. Metode ini memungkinkan para ilmuwan untuk memperkirakan usia biologis seseorang dan seberapa cepat tubuh mereka mengalami proses penuaan.
Hasil penelitian yang dipresentasikan di European Academy of Neurology Congress 2025 pada Senin, 23 Juni 2025, menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara mimpi buruk yang sering terjadi dengan proses penuaan biologis yang dipercepat.
"Orang yang mengalami mimpi buruk setiap minggu memiliki kemungkinan lebih dari tiga kali lipat untuk meninggal lebih dini, yakni sebelum usia 70 tahun, dibandingkan dengan mereka yang jarang atau tidak pernah mengalami mimpi buruk," demikian temuan kunci dari studi tersebut.
Bahkan, individu yang melaporkan mimpi buruk setiap bulan pun menunjukkan tanda-tanda penuaan biologis yang lebih cepat dan peningkatan risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak begitu sering mengalami mimpi buruk.